Penyetor Rp 305 juta ke Jaksa Gadungan Diamankan, Terkait Korupsi di Yogya

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Kamis, 26 Agu 2021 07:55 WIB
Penyetor uang ke jaksa gadungan (memakai kemeja biru) ditanyai tim dari Kejagung.
Penyetor uang ke jaksa gadungan (memakai kemeja biru) ditanyai tim dari Kejagung. (Foto: Angling AP/detikcom)
Yogyakarta -

Tim Intelijen Kejaksaan Agung (Kejagung) dibantu Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah memeriksa pemilik uang Rp 305 juta yang menjadi barang bukti dalam penangkapan jaksa gadungan hari Senin (23/8) lalu.

Pria berinisial HS itu dibawa ke Kantor Kejaksaan Tinggi Jateng untuk diperiksa sekitar pukul 19.00 WIB, Rabu (25/8) kemarin. Sekitar pukul 22.00 WIB ia di bawa keluar. Cepat-cepat HS yang memakai jaket dan topi masuk ke dalam mobil putih yang kemudian membawanya pergi dari kantor Kejati Jateng.

"Membenarkan ditemukan uang Rp 305 juta rupiah. Kami klarifikasi saudara H dan membenarkan uang itu dari yang bersangkutan," kata Asisten Intelijen Kejati Jateng Emilwan Ridwan di kantor Kejati Jateng, Rabu (25/8) malam.

Direktur JAM Intel Kejagung, Johny Manurung mengatakan diamankannya HS merupakan pengembangan penangkapan jaksa gadungan bernama Rully Nuryawan. HS terlibat kasus dugaan korupsi pembangunan stadion di Yogyakarta. Dia berniat lepas dari jeratan hukum dengan membayar Rully.

"Kebetulan ketemu Rully, yang mengaku bisa mengamankan kasusnya. Tapi yang bersangkutan (HS) berarti sudah ada niat jahat mempengaruhi penyidik juga," ujar Johny.

"Kami akan bawa yang bersangkutan ke Jakarta," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, tim gabungan dari Kejagung dan Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah membekuk seorang jaksa gadungan pelaku penipuan hingga miliaran rupiah. Pelaku bernama Rully Nuryawan (53) asal Jawa Barat dibekuk di sebuah hotel di Kota Semarang dini hari tadi.

"Indikasi penipuan mengatasnamakan dia jaksa. Dapat laporan dari seorang korban bernama Asep. Beliau laporkan ke kami beliau ditipu menjanjikan proyek di Bank Jawa Barat pusat dengan nilai Rp 40 miliar. Dia minta uang muka sebesar Rp 2 miliar," kata Kasubdit Pengamanan Sumber Daya Organisasi Jamintel Kejakgung, Atang Pujiyanto, kepada wartawan di Semarang, Selasa (24/8/2021).

Dalam video penangkapan yang diperoleh detikcom, terlihat petugas melihat isi mobil berisi pernak-pernik ala kejaksaan. Ditemukan juga kartu identitas palsu petugas Kejaksaan Agung RI dan Keluarga Besar Putra-Putri (KBPP) Polri. Kemudian tampak pula seorang pria berkaos putih yang dipegangi petugas berusaha berkelit.

Selain itu ternyata ada uang di mobil tersebut sebanyak Rp 305 juta. Johny menjelaskan awalnya HS menjelaskan kalau uang Rp 5 juta itu tidak ada hubungannya dengan upayanya terbebas dari hukum dalam kasus yang menjeratnya.

Lihat juga video 'Sopir Hotel Ngaku Anggota Polisi, Tipu Pengusaha Rental Mobil Rp 108 Juta':

[Gambas:Video 20detik]



(alg/mbr)