KPK Perpanjang Masa Penahanan Eks Dirut Sarana Jaya Selama 30 Hari

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Kamis, 26 Agu 2021 12:04 WIB
Eks Direktur Utama Sarana Jaya Yoory Corneles.
Yoory Corneles Pinontoan pakai rompi KPK (Azhar/detikcom)
Jakarta -

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan mantan Direktur Utama Sarana Jaya, Yoory Corneles Pinontoan (YRC), tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan lahan di DKI Jakarta. Masa penahanan Yoory diperpanjang selama 30 hari.

"Tim penyidik kembali memperpanjang masa penahanan tersangka YRC untuk 30 hari berdasarkan Penetapan Ketua Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat yang kedua, terhitung mulai tanggal 25 Agustus 2021 s/d 23 September 2021 di Rutan KPK pada Pomdam Jaya Guntur," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Kamis (26/8/2021).

Ali menerangkan, perpanjangan masa penahanan dilakukan untuk melengkapi berkas perkara. Yoory akan ditahan di Rutan KPK pada Pomdam Jaya Guntur sampai 23 September mendatang.

"Dengan batas waktu penahanan tersebut, tim penyidik akan terus melengkapi berkas perkara dengan melakukan pemanggilan saksi-saksi," imbuh Ali.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan lima tersangka dalam perkara ini. Salah satu tersangka tersebut adalah Yoory Corneles Pinontoan. Akhir-akhir ini, KPK juga menetapkan Direktur PT ABAM (Aldira Berkah Abadi Makmur) Rudy Hartono Iskandar sebagai tersangka.

Tersangka selanjutnya adalah Direktur PT Adonara Propertindo Tommy Adrian dan Wakil Direktur PT Adonara Propertindo Anja Runtuwene. Lalu, ada satu lagi yang dijerat sebagai tersangka, yaitu korporasi atas nama PT Adonara Propertindo.

Mereka diduga melakukan korupsi pengadaan tanah di Pondok Ranggon, Jakarta Timur, pada tahun anggaran 2019. Kasus dugaan korupsi ini mengakibatkan kerugian keuangan negara sekitar Rp 152,5 miliar.

Mereka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 UU Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Perkara dugaan korupsi pengadaan lahan di DKI itu muncul ke permukaan setelah adanya dokumen resmi KPK yang mencantumkan sejumlah nama tersangka. Belakangan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menonaktifkan Yoory dari jabatannya itu.

(whn/lir)