Round-Up

Surat Sumbangan Diperiksa, Gubernur Sumbar Oper Bola ke Sekda

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 25 Agu 2021 22:31 WIB
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi angkat bicara soal surat sumbangan. Mahyeldi diwawancara seusai melayat Elly Kasim di Pulogadung, Jaktim, Rabu (25/8/2021).
Guberur Sumbar Mahyeldi (Hanif Khawari/detikcom)
Padang -

Polemik surat permintaan sumbangan yang diteken Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi belum berakhir. Terbaru, Mahyeldi mengoper bola panas ke Sekda.

Surat yang menjadi polemik itu bernomor 005/3984/V/Bappeda-2021 tertanggal 12 Mei 2021 tentang Penerbitan Profil dan Potensi Provinsi Sumatera Barat.

"Sehubungan dengan tingginya kebutuhan informasi terkait dengan pengembangan, potensi, dan peluang investasi di Provinsi Sumatera Barat oleh para pemangku kepentingan, maka akan dilakukan penyebarluasan dan pemenuhan kebutuhan informasi tersebut dengan menerbitkan buku profil 'Sumatera Barat Provinsi Madani, Unggul dan Berkelanjutan' dalam versi bahasa Indonesia, bahasa Inggris, serta bahasa Arab serta dalam bentuk softcopy," demikian tertulis dalam surat tersebut seperti dilihat detikcom.

"Diharapkan kesediaan Saudara untuk dapat berpartisipasi dan kontribusi dalam mensponsori penyusunan dan penerbitan buku tersebut," lanjut surat yang juga dibubuhi stempel resmi Gubernur Sumbar.

Polisi sebenarnya sempat mengamankan lima orang yang membawa surat ini karena diduga melakukan penipuan. Namun belakangan, surat ini ternyata asli. Polisi mengungkap ada duit Rp 170 juta yang telah terkumpul dan masuk ke rekening pribadi, namun tak menyebut rekening siapa.

Polisi juga telah memeriksa Sekda Sumbar Hansastri Matondang terkait surat itu. Menurut polisi, surat itu dikeluarkan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumbar.

"Iya. Kemarin Sekda sudah datang untuk dimintai keterangan. Dia mengakui surat itu berasal dari Bappeda," kata Kasat Reskrim Polresta Padang Kompol Rico Fernanda kepada wartawan, Senin (23/8/2021).

Selain memeriksa Hansastri, polisi memeriksa orang dekat Gubernur Sumbar Mahyeldi, Eri Santoso. Mereka dimintai keterangan terkait heboh surat yang beredar untuk membuat buku profil potensi Sumbar.

Keduanya diperiksa pada Minggu (22/8) di Satreskrim Polresta Padang. Total sudah ada sembilan orang yang diperiksa dalam kasus ini.

Hansastri diketahui menjabat Kepala Bappeda Sumbar saat surat permintaan sumbangan itu terbit. Namun dia mengaku tak mengetahui soal tanda tangan Mahyeldi di surat tersebut. Sedangkan Eri Santoso disebut sebagai pihak mengenalkan lima pelaku terduga kasus penipuan yang sempat diamankan polisi.

Mahyeldi Lempar Bola ke Sekda

Mahyeldi telah buka suara soal keberadaan surat tersebut. Dia menyebut surat-menyurat merupakan urusan Sekda.

"Itu kan administrasi ya, administrasi di Sekda, Sekretaris," ucap Mahyeldi saat ditemui setelah melayat ke rumah duka Elly Kasim di Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (25/8/2021).

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya