ADVERTISEMENT

Gubernur Sumbar soal Surat Minta Sumbangan: Banyak Surat Saya Teken

Hanif Khawari - detikNews
Rabu, 25 Agu 2021 13:55 WIB
Jakarta -

Tanda tangan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah pada surat permintaan sumbangan masih jadi teka-teki. Mahyeldi sendiri mengaku banyak menandatangani surat, sehingga tidak hafal satu per satu surat yang ditandatangani.

"Kalau surat kan banyak yang saya tandatangani, banyak, saya tiap hari kan ratusan kan," ujar Mahyeldi usai melayat ke rumah duka Elly Kasim di Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (25/8/2021).

Mahyeldi menyerahkan permasalahan itu kepada sekretaris daerah (sekda). Sebab, administrasi surat-menyurat, katanya, ada di bawah sekda.

"Itu kan administrasi ya, administrasi di sekda, sekretaris," ucap Mahyeldi.

Mahyeldi tidak berkomentar banyak soal surat tersebut. Mahyeldi menyerahkan persoalan itu ke sekda untuk memberi penjelasan.

"Iya nanti sekda-lah yang menjelaskan, karena mereka yang tahu administrasinya kalau surat ini," katanya.

Seperti diketahui, surat bertanda tangan Mahyeldi dan berkop surat Gubernur Sumatera Barat sempat heboh. Surat bernomor 005/3984/V/Bappeda-2021 tertanggal 12 Mei 2021 itu berisi tentang permintaan sumbangan untuk penerbitan profil dan potensi Provinsi Sumatera Barat.

"Sehubungan dengan tingginya kebutuhan informasi terkait dengan pengembangan, potensi dan peluang investasi di Provinsi Sumatera Barat oleh para pemangku kepentingan, maka akan dilakukan penyebarluasan dan pemenuhan kebutuhan informasi tersebut dengan menerbitkan buku Profil 'Sumatera Barat Provinsi Madani, Unggul dan Berkelanjutan' dalam versi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris serta Bahasa Arab serta dalam bentuk softcopy," demikian isi surat tersebut.

5 Orang Ditangkap

Polisi sendiri menyelidiki kasus ini. Lima orang telah ditangkap, diduga melakukan penipuan karena meminta sumbangan ke sejumlah pihak menggunakan surat bertanda tangan Gubernur Sumbar Mahyeldi.

Sementara itu, polisi telah memeriksa 9 saksi, di antaranya Sekda Provinsi Sumbar Hansastri. Kepada polisi, Hansastri menyatakan surat tersebut dikeluarkan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumbar.

"Iya. Kemarin Sekda sudah datang untuk dimintai keterangan. Dia mengakui surat itu berasal dari Bappeda," kata Kasat Reskrim Polresta Padang Kompol Rico Fernanda kepada wartawan, Senin (23/8/2021).

Hansastri diperiksa pada Minggu (22/8) di Satreskrim Polresta Padang. Diketahui, Hansastri menjabat Kepala Bappeda Sumbar saat surat permintaan sumbangan itu terbit. Namun ia mengaku tak mengetahui soal tanda tangan Mahyeldi di surat tersebut.

Polisi juga memeriksa orang dekat Gubernur Mahyeldi, yakni Eri Santoso (ES). Keterangan ES, dia mengakui mengenalkan 5 terduga pelaku penipuan ke Mahyeldi.

"ES mengaku sebagai orang yang mengenalkan lima pelaku, yang sebelumnya kita amankan itu, kepada gubernur," jelas Rico.

(mei/fjp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT