ADVERTISEMENT

Mahyeldi soal Surat 'Gubernur Sumbar Minta Sumbangan': Urusan Sekda

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 25 Agu 2021 13:16 WIB
Jakarta -

Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi angkat bicara soal heboh surat permintaan sumbangan yang dibubuhi tanda tangan dirinya. Mahyeldi menyebut bahwa surat yang beredar itu adalah urusan sekretaris daerah (sekda).

"Itu kan administrasi ya, administrasi di Sekda, sekretaris," ucap Mahyeldi saat ditemui seusai melayat ke rumah duka Elly Kasim di Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (25/8/2021).

Mahyeldi tidak banyak menjawab saat ditanya soal surat sumbangan itu. Mahyeldi melempar persoalan tersebut kepada Sekda.

"Iya nanti Sekda lah yang menjelaskan, karena mereka yang tahu administrasinya kalau surat ini," katanya.

Saat ditanya apakah dia yang menanda tangani surat tersebut, Mahyeldi tidak menjawab dengan tegas. Ia beralasan banyak surat yang harus ia tanda tangani setiap harinya.

"Kalau surat kan banyak yang saya tanda tangani, banyak, saya tiap hari kan ratusan kan," ucapnya.

Diselidiki Polisi

Soal surat permintaan sumbangan untuk buku profil Gubernur Sumbar Mahyeldi ini kini tengah diusut polisi. Polisi sendiri telah menangkap 5 orang terkait surat tersebut.

Kelima orang tersebut bukan warga Sumbar. Mereka ditangkap karena diduga melakukan penipuan karena meminta sumbangan ke sejumlah pihak menggunakan surat bertanda tangan Gubernur Sumbar Mahyeldi.

Sementara polisi telah memeriksa 9 saksi, di antaranya Sekda Provinsi Sumbar Hansastri. Kepada polisi, Hansastri menyatakan surat tersebut dikeluarkan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumbar.

"Iya. Kemarin Sekda sudah datang untuk dimintai keterangan. Dia mengakui surat itu berasal dari Bappeda," kata Kasat Reskrim Polresta Padang Kompol Rico Fernanda kepada wartawan, Senin (23/8/2021).

Hansastri diperiksa pada Minggu (22/8) di Satreskrim Polresta Padang. Diketahui, Hansastri menjabat Kepala Bappeda Sumbar saat surat permintaan sumbangan itu terbit. Namun ia mengaku tak mengetahui soal tanda tangan Mahyeldi di surat tersebut.

Polisi juga memeriksa orang dekat Gubernur Mahyeldi yakni Eri Santoso (ES). Keterangan ES, dia mengakui mengenalkan 5 terduga pelaku penipuan ke Mahyeldi.

"ES mengaku sebagai orang yang mengenalkan lima pelaku, yang sebelumnya kita amankan itu, kepada Gubernur," jelas Rico.

Seperti diketahui, surat bertanda tangan Mahyeldi dan ber-kop surat Gubernur Sumatera Barat sempat heboh. Surat bernomor 005/3984/V/Bappeda-2021 tertanggal 12 Mei 2021 itu berisi tentang permintaan sumbangan untuk penerbitan profil dan potensi Provinsi Sumatera Barat.

"Sehubungan dengan tingginya kebutuhan informasi terkait dengan pengembangan, potensi dan peluang investasi di Provinsi Sumatera Barat oleh para pemangku kepentingan, maka akan dilakukan penyebarluasan dan pemenuhan kebutuhan informasi tersebut dengan menerbitkan buku Profil 'Sumatera Barat Provinsi Madani, Unggul dan Berkelanjutan' dalam versi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris serta Bahasa Arab serta dalam bentuk softcopy," demikian isi surat tersebut.

(mea/idh)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT