Otak Kasus Bongkar Rumah Mewah di Jakbar Divonis 4 Tahun Penjara

Karin Nur Secha - detikNews
Selasa, 24 Agu 2021 20:13 WIB
Penampakan rumah mewah di Kedoya yang dibongkar komplotan pencuri.
Penampakan rumah mewah di Kedoya yang dibongkar komplotan pencuri. (Karin/detikcom)
Jakarta -

Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat menjatuhkan vonis 4 tahun penjara kepada terdakwa Ari Wijaya. Ari Wijaya dinyatakan bersalah atas kasus bongkar rumah mewah di Kedoya, Jakarta Barat.

"Sudah divonis 4 tahun penjara," ujar kuasa hukum Ari Wijaya, Wellisman Manurung, saat dimintai konfirmasi, Selasa (24/8/2021).

Ari Wijaya, yang merupakan otak pencurian itu, dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 363 ayat (1) ke 5 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP. Atas putusan tersebut, Ari Wijaya tidak mengajukan banding.

"Tidak naik banding. Jaksa dan penasihat hukum menerima (putusan tersebut)," kata Wellisman.

Secara terpisah, Kasi Intel Kejari Jakbar Edwin mengatakan terdakwa Herman dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 480 (1) KUHP tentang penadahan. Herman dijatuhi vonis hukuman penjara selama 1 tahun 6 bulan.

Awal Mula Kasus

Kasus ini mencuat pada Maret 2021. Kasus terungkap ketika korban mendapatkan informasi rumahnya yang selama ini dikosongkan itu sudah dipereteli perabotannya.

Dalam kasus ini, polisi menetapkan dua orang tersangka, yakni AW (Ari Wijaya) dan H. Keduanya melakukan pembongkaran rumah itu dengan meminta jasa beberapa kuli bangunan.

Sejumlah barang mewah dicuri dari rumah tersebut, mulai lemari, sofa, hiasan dinding, hingga ubin lantai (marmer). Rumah tersebut habis dipereteli pelaku dalam kurun satu bulan.

Pencurian di rumah mewah di Kedoya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, ini sebelumnya diketahui pemilik rumah pada Sabtu (20/3). Para pelaku diduga mencopoti lantai keramik hingga kusen rumah tersebut.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya