Imbau Ali Kalora cs Menyerah, Basri Eks Pimpinan Teroris Poso Siap Jemput

Antara - detikNews
Selasa, 24 Agu 2021 16:36 WIB
Baliho yang menampilkan Daftar Pencarian orang (DPO) anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso di Desa Tambarana, Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Rabu (23/12/2020) (ANTARA FOTO/Basri Marzuki/aww)
Baliho yang menampilkan Daftar Pencarian orang (DPO) anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso di Desa Tambarana, Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Rabu (23/12/2020). (ANTARA FOTO/Basri Marzuki/aww)
Jakarta -

Basri alias Bagong mengimbau pimpinan Mujahidin Indonesia Timur, Ali Kalora, beserta seluruh daftar pencarian orang (DPO) teroris Poso yang tersisa segera menyerahkan diri. Basri adalah salah satu narapidana terorisme Poso yang saat ini menjalani hukuman.

Imbauan tersebut terekam dalam video yang tersebar berdurasi kurang-lebih 1 menit 53 detik.

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, nama saya Basri alias Ayas alias Bagong alias Opa. Alhamdulillah, saya dalam keadaan baik-baik dan sehat-sehat. Saya turun untuk menyerahkan diri, untuk mempertanggungjawabkan perbuatan saya," ucap Basri.

Basri merupakan mantan anak buah Santoso. Dia juga pernah memimpin kelompok itu setelah Santoso tewas.

Dia mengimbau DPO teroris Poso segera berhenti melakukan perbuatan melawan hukum.

"Kakak-kakakku, Saudara-saudaraku yang masih ada di hutan, kalau kalian takut untuk turun menyerahkan diri, saya yang akan bertanggung jawab. Sayalah yang akan menjemput kalian. Saya akan jemput kalian. Bapak-bapak kita dari polisi memperlakukan saya baik-baik, melebihi saudara mereka sendiri," kata Basri.

Basri digiring ke RS Bhayangkara Palu, Rabu 14 September 2016Basri saat digiring ke RS Bhayangkara Palu, Rabu, 14 September 2016. (dok detikcom)

Ia juga mengajak kelompok tersebut bersama-sama membangun Kabupaten Poso lebih baik ke depan.

"Sekali lagi marilah kita turun, marilah kita turun, sudah tinggalkan perbuatan kita yang melanggar hukum kita bangun Poso," ucapnya.

Wakasatgas Humas Operasi Madago Raya AKBP Bronto Budiyono membenarkan beredarnya video napi teroris Basri tersebut.

"Iya benar, telah beredar video dengan durasi satu menit 53 detik dari narapidana teroris Poso, yaitu Saudara Basri alias Bagong alias Ayas alias Opa, isi video tersebut adalah ajakan kepada DPO teroris Poso yang masih ada di gunung untuk segera turun dan menyerahkan diri," kata AKBP Bronto Budiyono seperti dilansir Antara, Selasa (24/8/2021).

Basri sempat menjadi satu DPO teroris Poso dan ditangkap pada 2008. Pengadilan Negeri Jakarta menjatuhkan vonis 19 tahun penjara karena dinyatakan terbukti melakukan terorisme.

Pada 2013, ia sempat kabur dari Lembaga Pemasyarakatan Ampana, Kabupaten Tojo Una Una, Sulawesi Tengah. Dia lalu bergabung bersama Santoso.

Namun, setelah tewasnya Santoso, Basri kemudian menyerahkan diri kepada satgas pada 14 September 2016, yang saat itu masih bersandi Operasi Tinombala.

Satuan Tugas Operasi Madago Raya juga terus menyerukan upaya persuasif dan humanis kepada enam DPO teroris Poso, Ali Kalora cum suis (cs).

Basri adalah salah satu contoh pelaku tindak pidana terorisme di Kabupaten Poso Sulawesi Tengah yang menyerahkan diri dan diperlakukan sebaik-baiknya oleh aparat penegak hukum.

Lihat juga Video: Pemerintah Kutuk Keras MIT atas Tindakan Kekerasan di Poso

[Gambas:Video 20detik]



(jbr/idh)