DPO Teroris MIT Poso Sisa 6 Orang, Identitasnya Disebar Lewat Baliho

Muhammad Qadri - detikNews
Rabu, 11 Agu 2021 00:06 WIB
Baliho berisi identitas DPO teroris MIT Poso
Baliho berisi identitas DPO teroris MIT Poso (Foto: Dok. Satgas Madago Raya 2021)
Poso -

Kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT), yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah tersisa 6 orang. Identitas dan foto keenam wajah terbaru dari DPO MIT Poso tersebut, kembali disebar melalui baliho di sepanjang jalan poros trans Sulawesi.

"Sore tadi, Tim Satgas Madago Raya memasang baliho 6 DPO MIT di sejumlah titik di daerah Poso. Harapannya agar semua pihak serta masyarakat yang masih menjadi simpatisan bisa membantu Satgas Madago Raya memberikan petunjuk ataupun informasi atas keberadaan DPO tersebut," kata Kapolda Sulteng Irjen Pol Abd Rakhman Baso pada Selasa (10/8/2021) malam.

Menurutnya, bahwa keenam DPO MIT adalah Ali Ahmad alias Ali Kalora, Askar alias Jaid alias pak Guru, Nae alias Galuh alias Muklas, Suhardin alias Hasan Pranata, Ahmad Gazali alias Ahmad Panjang dan Jaka Ramadhan alias Ikrima alias Rama.

Irjen Pol Abd Rackman Baso menyebut bahwa dalam catatan Satgas Madago Raya bahwa sebelumnya DPO MIT terpecah menjadi 2 kelompok. Masing-masing kelompok di bawah kepemimpinan Ali Kalora dan Qatar.

Namun, setelah hasil DNA Qatar terkonfirmasi terhadap satu dari 3 jenazah anggota MIT yang tewas tertembak di Kabupaten Parigi Moutong, Sulteng, pada beberapa minggu lalu, sehingga kini kelompok DPO MIT dipimpin Ali Kalora.

"Kelompok tersebut sempat terpecah jadi dua bagian. Selain Ali Kalora, Qatar yang dikenal sebagai eksekutor dalam peristiwa di Lembah Tongoa dan di Parigi Moutong juga memimpin kelompok MIT."Ucapnya.

Sebelumnya, Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) mengungkap identitas 3 jenazah kelompok DPO Mujahidin Indonesia Timur (MIT). Salah satunya ialah Qatar, salah satu pimpinan MIT.

"Kami baru saja menerima hasil uji test DNA dari 3 jenazah DPO MIT yang tewas di pegunungan Tokasa, Desa Tanalanto, Kabupaten Parigi Moutong, Juli 2021 lalu," kata Kapolda Sulteng Irjen Abdul Rakhman Baso dalam konferensi pers di Mapolda Sulteng, Rabu (4/8).

"Ketiganya adalah Qatar, Rukli, dan Ambo," tambahnya.

(lir/lir)