Viral Lurah di Pematangsiantar Diduga Dianiaya Oknum TNI, Ini Kata Kapenrem

Datuk Haris Molana - detikNews
Senin, 23 Agu 2021 23:42 WIB
Poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono)
Medan -

Seorang lurah di Kecamatan Siantar Timur, Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara (Sumut) diduga dianiaya oknum TNI viral di media sosial. Korem 022/Pantai Timur buka suara. Begini penjelasannya.

Dilihat detikcom, Senin (23/8/2021), kabar penganiayaan itu ditulis di akun facebook korban inisial WZ. Dalam posting-an itu dijelaskan soal kronologi kejadiannya.

Disebutkan, seorang oknum Bhabinsa (JS) Pahae Julu, Kabupaten Tapanuli Utara yang seharusnya bekerja di wilayah Pahae Julu, Taput. Akan tetapi malah membuat keributan di Kelurahan Asuhan, Kecamatan Siantar Timur, Kota Pematangsiantar.

Dalam posting-an yang viral itu, oknum TNI itu merasa keberatan dengan adanya operasi yustisi yang melibatkan personel gabungan TNI Polri dan stakeholder lainnya. Kejadian itu berlangsung saat penerapan PPKM level 4 tepatnya pada hari Minggu (22/8) pukul 23.00 WIB.

JS yang memiliki warung kelontong saat itu diingatkan oleh petugas yang melakukan operasi yustisi. Korban menyebut saat itulah dia mengalami penganiayaan.

"Petugas mengingatkan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dan penerapan PPKM level 4 karena JS memiliki warung kelontong di rumahnya. Merasa tidak senang dan bertindak arogan serta menganiaya saya (Lurah Asuhan) yang mengakibatkan mengucurkan darah segar dari hidung dan mulut saya. Dengan kejadian tersebut, saya merasa trauma. Saya mohon keadilan atas kejadian yang menimpa saya," tulis korban dalam akun itu.

Sementara Kapenrem 022/Pantai Timur, Mayor Sondang Tanjung memberi penjelasan soal kasus tersebut. Sondang menyebut oknum TNI itu saat ini sedang diperiksa.

"Kejadian tersebut tidak seperti apa yang diberitakan, diviralkan oleh ibu itu. Dugaan pemukulan dalam proses di POM sekarang," kata Mayor Sondang saat dimintai konfirmasi.

Sondang menduga ada kerancuan dalam peristiwa itu. Dia menilai antara terlapor dan pelapor belum sinkron.

"Akar permasalahan juga masih rancu. Karena antara terlapor dengan pelapor ini belum sinkron. Namun yang dikatakan bahwa Satgas mendatangi warung itu salah, tidak ada Satgas di situ," ujar Sondang.

Dugaannya, kejadian itu di rumah Ibu lurah tersebut. Dan saat kejadian itu, lurahnya pun memakai pakaian biasa. Sondang juga menduga peristiwa itu kemungkinan sentimen pribadi.

"Ini kemungkinan sentimen pribadi, kita belum tahu apa, masih dalam penyelidikan POM," ujar Sondang.