detikcom Do Your Magic

'Before-after' Preman Ceger Dicokok Polsek Pondok Aren

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 20 Agu 2021 18:07 WIB
Masalah preman Ceger bikin resah: Tuntas. (Repro: Tim Infografis detikcom)
Masalah preman Ceger bikin resah: Tuntas. (Repro: Tim Infografis detikcom)

Before

18 Juni 2021, detikcom menemui sejumlah pedagang di lokasi ini. Identitas pedagang disamarkan demi keselamatan narasumber. Mereka mengaku dimintai duit oleh preman.

"Ya pernah diminta, sekitar Rp 20 ribuanlah. Kalau nggak dikasih, kita kan juga takut," kata X, pedagang makanan berusia 39 tahun.

Jl Ceger Raya, Pondok Karya, Pondok Aren, Tangerang Selatan. (Annisa Rizky Fadhila/detikcom)Jl Ceger Raya, Pondok Karya, Pondok Aren, Tangerang Selatan. (Annisa Rizky Fadhila/detikcom)

Selain X, ada lagi Y dan Z, yang memberi kesaksian soal eksistensi orang minta jatah preman (japrem) di sini. Preman bakal ngomel-ngomel bila tidak dikasih jatah oleh pedagang.

"Saya berharap masalah preman ini cepat dituntaskan, karena kita terganggu dan takut juga," kata salah seorang pedagang sebut saja X (bukan nama inisial) saat ditemui di salah satu sudut Jl Ceger Raya, Kelurahan Pondok Karya, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan, 18 Juni 2021.

After penangkapan preman 19 Juni

Polisi menangkap seorang pria terkait premanisme di lokasi ini pada 19 Juni. Setelah itu, detikcom menyambangi lokasi ini lagi. Ternyata masih tetap ada preman yang datang memalak pedagang. Kesaksian ini disampaikan beberapa pedagang di lokasi sambil menunjukkan kuitansi bukti pembayaran 'japrem' dengan cap ormas.

"Saya tuh takutnya kalau malam tuh malah toko saya dikerjain. Jadi ya sudah, saya kasih, tapi ya kalau lagi sepi begini kan jadi susah juga," kata salah seorang pedagang.

Kapolsek Pondok Aren, Kompol Riza Sativa, mengecek lokasi premanisme di Jl Ceger Raya,18 Agustus 2021. (Athika Rama/detikcom)Kapolsek Pondok Aren Kompol Riza Sativa mengecek lokasi premanisme di Jl Ceger Raya,18 Agustus 2021. (Athika Rama/detikcom)


After penangkapan preman 10 Agustus

Polisi kembali menangkap satu pria terkait premanisme di sini, pada 10 Agustus. Pada Jumat (20/8/2021) siang tadi, detikcom menyambangi pedagang yang sebelumnya sempat dimintai 'japrem' dan menerima kuitansi pembayaran. Mereka mengaku tak dipalak lagi.

"Terakhir awal bulan ini, belum datang lagi sih," ujarnya kepada detikcom, Jumat (20/8/2021).

Pedagang lainnya di deretan Jl Ceger Raya ini menyebutkan hal serupa. Seorang pemilik warung mengatakan, tempatnya berjualan sudah jarang disambangi para preman.


(dnu/dnu)