18 Pegawai KPK Lulus Diklat Bela Negara, Siap Diangkat Jadi ASN

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Jumat, 20 Agu 2021 17:14 WIB
18 Pegawai Lulus Diklat Bela Negara, Siap Diangkat Jadi ASN
18 Pegawai Lulus Diklat Bela Negara, Siap Diangkat Jadi ASN (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Sebanyak 18 pegawai KPK dinyatakan telah lulus mengikuti diklat bela negara sebagai salah satu syarat untuk menjadi ASN. Sebelumnya, para pegawai tersebut tidak lulus tes wawasan kebangsaan (TWK) dan kini siap diangkat menjadi ASN.

"Pegawai KPK yang mengikuti diklat bela negara dan wawasan kebangsaan telah menyelesaikan seluruh rangkaian pembelajaran dan dinyatakan lulus," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Jumat (20/8/2021).

Ali mengatakan kelulusan tersebut ditandai dengan penyerahan surat tanda tamat pendidikan dan pelatihan dalam upacara penutupan yang berlangsung di auditorium Merah Putih Universitas Pertahanan (Unhan) RI.

Upacara tersebut dihadiri oleh Rektor Unhan RI Prof Dr Amarulla Octavian, Ketua KPK Firli Bahuri, Kepala BKN Bima Haria Wibisana, Wakil Kepala BKN Supranawa Yusuf, komisioner KASN Arie Budiman, Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kompetensi LAN RI Basseng. Selanjutnya hadir juga Sekretaris Jenderal KPK Cahya H Harefa, Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Karyoto, Deputi Informasi dan Data KPK Mochamad Hadiyana, serta Deputi Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK Wawan Wardiana.

Selanjutnya, Ali mengatakan KPK akan menyiapkan kelengkapan administrasi untuk mengangkat 18 pegawai tersebut menjadi ASN. Persiapan itu menyangkut permohonan kepada MenPAN-RB Tjahjo Kumolo dalam penerbitan NIP.

"KPK selanjutnya akan menyiapkan kelengkapan administrasi pengusulan bagi 18 pegawai yang telah lulus diklat untuk diangkat menjadi ASN," kata Ali.

"KPK melalui Sekretaris Jenderal akan menyiapkan surat permintaan persetujuan formasi bagi 18 pegawai untuk menjadi ASN di KPK kepada ke MenPAN-RB, surat permohonan pengangkatan ASN dan penerbitan NIP bagi 18 pegawai KPK untuk menjadi ASN kepada BKN RI," tambahnya.

Diklat ini berlangsung selama 30 hari sejak 22 Juli. Diklat ini bertujuan sebagai tindak lanjut proses pengalihan status pegawai KPK menjadi ASN sebagaimana diamanatkan dalam UU Nomor 19 Tahun 2019.

Sepanjang pelaksanaan diklat, 18 peserta diklat melakukan pembagian tugas sebagai komandan apel, penjaga waktu, dan koordinator penyampaian tugas sebagai penugasan dari ketua kelas untuk melatih kepemimpinan.

Adapun seluruh pegawai menerima materi di antaranya nilai-nilai dasar bela negara, sistem pertahanan semesta, wawasan kebangsaan (4 konsensus dasar bernegara) dan sejarah perjuangan bangsa. Selanjutnya yakni pembangunan karakter bangsa, keterampilan dasar bela negara, serta identitas dan integritas nasional.

Selain itu, untuk kegiatan di luar kelas diisi dengan kegiatan bimbingan dan pengasuhan, praktik baris-berbaris, tugas individu dan tugas kelompok. Lalu, outbound/team building (melatih kepemimpinan dan kebersamaan dalam kelompok, serta olahraga berkelompok maupun mandiri (tenis, sepakbola, dan lain-lain).

Tidak hanya menerima materi di dalam kelas dan sejumlah kegiatan fisik untuk menjaga kedisiplinan dan kesehatan. Bimbingan mental rohani juga telah dilaksanakan dua kali, pertama berlokasi di Universitas Pertahanan dan kedua di Masjid Istiqlal.

(yld/dhn)