Firli Bahuri: Semoga 18 Pegawai Lulus Diklat Bela Negara

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Kamis, 19 Agu 2021 22:03 WIB
Ketua KPK Firli Bahuri
Ketua KPK Firli Bahuri (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Ketua KPK Firli Bahuri berharap 18 pegawainya yang mengikuti diklat bela negara bisa lulus. Para pegawai KPK tersebut diberi kesempatan untuk diklat bela negara karena tidak lulus tes wawasan kebangsaan (TWK) sebelumnya.

"Saya berdoa dan berharap 18 pegawai kami di KPK dinyatakan lulus diklat bela negara dan wawasan kebangsaan. Kita telah melaksanakan proses pengalihan pegawai KPK menjadi ASN sesuai perintah undang-undang. Adapun yang merasa keberatan, tentu kami terbuka dan menghormati prosedur hukum yang bisa ditempuh. Negara Indonesia adalah negara hukum, dan hukum sebagai panglima tertinggi," ujar Firli dalam keterangan tertulisnya, Kamis (19/8/2021).

Sebelumnya, ada 24 pegawai yang diberi kesempatan mengikuti diklat ini. Namun hanya ada 18 pegawai yang bersedia ikut.

Diklat bela negara ini dimulai sejak 22 Juli 2021 di Universitas Pertahanan (Unhan) RI dan akan berakhir pada besok, 20 Agustus 2021. Dengan itu, malam ini merupakan hari terakhir rangkaian diklat dengan mengikuti Caraka Malam Api Semangat Bela Negara.

Setiap harinya, para peserta didampingi perwira pengawas materi, pendamping bimsuh, dan perwira pendamping kelas dari pihak Universitas Pertahanan dan KPK. Sepanjang diklat, 18 peserta melakukan pembagian tugas sebagai komandan apel, penjaga waktu, dan koordinator penyampaian tugas sebagai penugasan dari ketua kelas untuk melatih kepemimpinan.

Adapun seluruh pegawai menerima materi di antaranya nilai-nilai dasar bela negara, sistem pertahanan semesta, wawasan kebangsaan (4 konsensus dasar bernegara) dan sejarah perjuangan bangsa. Selanjutnya pembangunan karakter bangsa, keterampilan dasar bela negara, dan identitas serta integritas nasional.

Selain itu, untuk kegiatan di luar kelas diisi dengan kegiatan bimbingan dan pengasuhan, praktik baris-berbaris, tugas individu, dan tugas kelompok. Lalu, outbound/team building (melatih kepemimpinan dan kebersamaan dalam kelompok), serta olahraga berkelompok maupun mandiri (tenis, sepakbola, dan lain-lain).

Bimbingan mental rohani juga telah dilaksanakan dua kali. Pertama berlokasi di Universitas Pertahanan dan kedua di Masjid Istiqlal. Penyampai materi saat itu diberikan oleh Prof Nazaruddin Umar selaku imam besar Masjid Istiqlal. Kegiatan tersebut diikuti oleh semua peserta, baik muslim maupun nonmuslim, karena sifatnya universal. Kegiatan berlangsung di ruang pertemuan di area luar Masjid Istiqlal.

Penutupan diklat secara resmi besok akan dibuka langsung oleh Firli Bahuri dan pimpinan kementerian/lembaga terkait. Agenda penutupan akan disertai dengan serah-terima surat tanda tamat pendidikan dan pelatihan (STTP) bela negara dan wawasan kebangsaan kepada 18 pegawai KPK.

Kedisiplinan protokol kesehatan dan pemeriksaan swab antigen akan terus dilakukan hingga peserta pulang. Hal itu guna menghindari adanya penyebaran COVID-19.

(idn/idn)