Intip 5 Tradisi Warga Indonesia Rayakan Hari Kemerdekaan

Inkana Izatifiqa R Putri - detikNews
Kamis, 05 Agu 2021 12:05 WIB
Bendera Merah Putih
Foto: Shutterstock/
Jakarta -

Memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia di tengah pandemi memang terasa berbeda. Apalagi #DiIndonesiaAja terkenal dengan beragam perayaan dan tradisi saat hari kemerdekaan tiba.

Namun adanya pandemi saat ini membuat perayaan kemerdekaan menjadi lebih terbatas. Buat kamu yang rindu momen kemerdekaan, jangan dulu khawatir. Kamu tetap bisa merasakan momen kemerdekaan dengan throwback tradisi masyarakat Indonesia saat 17 Agustus-an berikut ini.

1. Barikan

barikan nasi ancakbarikan nasi ancak Foto: Ardian Fanani

Syukuran merupakan tradisi umum yang sering dilakukan oleh masyarakat Indonesia, tak terkecuali di Malang, Jawa Timur. Bedanya, masyarakat Malang menyebutnya dengan Barikan. Acara ini merupakan syukuran yang digelar setiap tanggal 16 Agustus malam di setiap kampung atau lingkungan warga.

Biasanya, Barikan berisi doa bersama, renungan kemerdekaan, silaturahmi warga, hingga makan bersama. Buat kamu yang nggak bisa mengadakan Barikan bersama warga lainnya, kamu bisa mendukung kemerdekaan Indonesia dengan beli produk ekraf khas Jawa Timur, seperti koleksi dari JP Wood Art dan Robries.

2. Obor Estafet

Tradisi obor estafet menjadi tradisi yang sering dilakukan oleh masyarakat di Semarang saat menyambut hari kemerdekaan Indonesia. Dalam tradisi ini, masyarakat biasanya akan melakukan lari estafet dengan membawa obor. Namun, tradisi ini hanya dilakukan oleh para atlet lari yang telah berpengalaman.

Adapun penggunaan obor di tradisi ini tentunya memiliki filosofi, yakni simbol semangat para pahlawan saat memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Lewat tradisi ini, para atlet ingin menyampaikan pesan untuk terus semangat melanjutkan para perjuangan layaknya pahlawan. Di tengah pandemi, kamu bisa merayakan kemerdekaan dengan #BeliKreatifLokal dari Semarang, seperti Bengok Craft dan Wastra Batik.

3. Pawai Jampana

Ilustrasi Pawai Jampanan sebelum pandemiIlustrasi Pawai Jampanan sebelum pandemi Foto: Kemenparekraf

Menyambut hari ulang tahun Indonesia, masyarakat Jawa Barat, khususnya Bandung kerap melakukan tradisi Pawai Jampanan. Layaknya pawai pada umumnya, masyarakat akan beriringan di jalan raya. Namun dalam Pawai Jampanan, masyarakat akan membawa tandu besar yang berisi hasil bumi, hasil kerajinan tangan masyarakat, makanan, dan lainnya. Bahkan, tak jarang masyarakat yang mengenakan kostum agar makin meriah.

Uniknya lagi, tandu di dalam Pawai Jampanan tak hanya berjumlah satu, melainkan puluhan tandu. Nantinya barang-barang yang ada di dalam tandu akan diperebutkan oleh warga yang ikut menyaksikan pawai. Kompak sekali, bukan? Meskipun saat ini kamu nggak bisa ikut pawai, kamu tetap bisa berkontribusi dalam kemerdekaan dengan membeli hasil kerajinan tangan asal Jawa Barat seperti Lakuna Watch dan Maima Indonesia.

4. Peresean

Ilustrasi Peresean sebelum pandemiIlustrasi Peresean sebelum pandemi Foto: Kemenparekraf

Setiap tahun, masyarakat Lombok selalu menggelar Peresean untuk menyambut HUT RI. Peresean merupakan lomba adu ketangkasan, yang juga merupakan seni tradisional Suku Sasak. Dalam tradisi ini, nantinya akan ada dua orang yang bertarung dengan senjata rotan dan perisai yang terbuat dari kulit sapi atau kerbau.

Meski menegangkan, Peresean sangat digemari oleh masyarakat Lombok. Bahkan, tradisi ini juga menarik banyak wisatawan mancanegara datang ke Lombok hanya untuk melihat Peresean. Selain itu, Peresean juga mengandung makna persaudaraan dan sikap ksatria laki-laki. Tak bisa ke Lombok untuk melihat Peresean? Jangan bersedih, kamu bisa rayakan kemerdekaan RI dengan beli produk lokal dari Pulau Dewata, yakni Nataoka dan Kunang-kunangku.

5. Tirakatan

Kalau Malang punya Barikan, masyarakat Yogyakarta punya Tirakatan. Tradisi ini bahkan juga sama-sama dilakukan pada tanggal 16 Agustus malam dan berisi doa bersama, renungan jasa pahlawan, hingga makan bersama. Agar lebih meriah, Tirakatan kadang juga diselingi potong tumpeng bersama dan penyerahan hadiah lomba 17 Agustusan. Jadi, tak heran kalau Tirakatan bukan hanya dihadiri para sesepuh dan pejabat desa, tapi juga anak-anak.

Meskipun perayaan Tirakatan terbatas dilakukan di tengah pandemi, kamu tetap bisa bagi-bagi hadiah 17 Agustus-an. Pasalnya ada banyak produk kreasi masyarakat Yogya yang bisa kamu beli secara online seperti koleksi dari Manungs dan Gulaliku.

Seru sekali bukan? Walaupun tradisi tersebut tak bisa dilakukan di tengah pandemi, namun bukan berarti kamu tak bisa ikut merayakan hari kemerdekaan. Kamu bisa tetap berkontribusi dengan cara disiplin protokol kesehatan 6M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menghindari kerumunan, membatasi mobilitas, serta menghindari makan bersama) saat harus beraktivitas di luar dan ikut program vaksinasi.

"Karena kita perlu 70 persen dari populasi kita untuk populasi di Indonesia untuk divaksinasi, agar mencapai herd immunity atau kekebalan komunal. Dan menurut data dari dokter di Amerika bahwa dengan divaksin kita 10 kali dapat menurunkan risiko tertular dan tiga kali lebih baik, seandainya kita terpapar COVID-19 setelah di vaksin, maka gejalanya akan cenderung ringan atau tanpa gejala sama sekali," kata Sandiaga.

"Jadi, jangan pilih-pilih jenis vaksin, karena semua vaksin aman, halal, dan kita harapkan masifnya program vaksinasi bisa membawa kebangkitan dan pemulihan khususnya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif," lanjutnya.

Dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia ke-76, kamu juga bisa ikutan lomba 17 Agustusan lewat kompetisi #MelodiKemerdekaan yang berlangsung mulai 27 Juli-20 Agustus 2021 untuk menangkan hadiah saldo uang elektronik. Follow juga Instagram @pesonaid_travel untuk tahu informasi lengkap tentang kuliner dan pariwisata #DiIndonesiaAja.

(ncm/ega)