Pelaku Pembakaran Dilibatkan Bangun Kembali Mapolsek Nimboran

Wilpret Siagian - detikNews
Selasa, 03 Agu 2021 20:14 WIB
Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri mengunjungi Polsek Nimboran yang dibakar sejumlah warga (dok Istimewa)
Foto: Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri mengunjungi Polsek Nimboran yang dibakar sejumlah warga (dok Istimewa)
Jayapura -

Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri mengunjungi Polsek Nimboran yang dibakar sejumlah warga. Bangunan Mapolsek Nimboran segera dibangun kembali agar pelayanan masyarakat berjalan.

Perbaikan Polsek Nimboran segera dilaksanakan dan pelaku pembakaran akan dilibatkan.

"Saya sudah bicara dengan kepala desa dan Kapolsek, agar pembangunan Mapolsek melibatkan orang-orang yang melakukan pembakaran," kata Irjen Fakhiri kepada wartawan usai pertemuan dengan tokoh masyarakat dan keluarga korban penembakan di Nimboran, Selasa (3/8/2021).

Irjen Fakhiri juga sempat bertemu dengan pihak keluarga korban penembakan, Fredrik Sem. Dalam pertemuan itu dibahas kasus yang terjadi mulai dari pemalakan, penembakan, hingga terjadi pembakaran Polsek Nimboran.

"Kejadian ini mungkin karena ada reaksi yang berlebihan dari anggota menyebabkan terjadi kebakaran Polsek Nimboran. Ini sudah terjadi dan akan menjadi evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan masyarakat oleh kami," ujar dia.

Menurutnya, kasus ini tetap diselesaikan secara hukum. Dia telah memerintahkan Kapolres Jayapura dibantu Propam Polda Papua untuk menyelidiki akar persoalan secara menyeluruh.

"Nanti Propam akan memberikan asistensi apakah tindakan itu sudah sesuai prosedur yang benar atau tidak. Polri ada dua tindakan hukuman yaitu tindakan disiplin dan pidana," ujarnya.

Dia mengatakan petugas juga akan menyelidiki kasus pemalakan hingga kasus pembakaran polsek. Namun, Fakhiri mengatakan akan menangani kasus secara hati-hati.

Dia meminta petugas untuk menyampaikan persoalan dengan baik kepada pihak keluarga serta tokoh masyarakat.

"Ketika ada kasus yang menyakiti masyarakat seharusnya dapat disampaikan dengan baik. Agar bisa diselesaikan dengan langkah-langkah lain ada yang disebut namanya restorative justice dalam penanganan perkara," ujarnya.

"Papua ini masih dikenal dengan penyelesaian budaya, dan (penyelesaian lewat) hukum itu bisa jalan terakhir. Mudah-mudahan pihak warga bisa ketemu dengan Kapolres untuk membicarakan penyelesaian secara budaya sehingga bisa memberikan penyelesaian yang terbaik," imbuhnya.

Fakhiri juga memerintahkan jajarannya termasuk Brimob untuk melakukan sweeping terhadap penjual minuman keras dan lokasi judi yang ada di seluruh wilayah Papua. Menurutnya hal itu menjadi akar permasalah di Papua sehingga harus ditertipkan.

"Mulai besok sudah bisa dilakukan operasi pembersihan penjualan miras dan pelaku judi di Papua," tegas Kapolda.

Insiden Pemalakan-Pembakaran

Peristiwa pembakaran Mapolsek Nimboran itu terjadi pada Senin (2/8) siang waktu setempat. Massa menyerang Mapolsek karena mendengar ada warga yang ditembak anggota Polsek Nimboran di Kampung Pobaim, Nimboran.

"Pembakaran terjadi saat massa mendatangi Mapolsek Nimboran terkait adanya penembakan warga. Namum mereka langsung emosi, lalu membakar Mapolsek," ujar Kapolres Jayapura AKBP Fredrickus W.A Maclarimboen saat dimintai konfirmasi wartawan, Senin (2/8).

AKBP Fredrickus mengungkapkan, awalnya Polsek Nimboran menerima laporan warga setempat soal adanya pemalakan di jalanan. Anggota piket Polsek Nimboran yang menerima laporan pemalakan itu lantas langsung terjun ke lokasi untuk melakukan pengamanan.

Namun, setiba di lokasi, anggota Polsek Nimboran mendapat perlawanan dari warga yang melakukan pemalakan di jalanan. Polisi bertahan hingga akhirnya terjadi penembakan.

Korban Fredrik Sem (22), warga Kampung Pobaim, Distrik Nimboran, Kabupaten Jayapura, sudah dievakuasi ke RSUD Abepura guna mendapat perawatan.

Pembakaran Polsek dilakukan massa dari keluarga korban Frederik Sem sekitar 30 orang. Mereka datang ke Polsek menggunakan roda 2 dan truk.

"Massa tiba di Polsek langsung melakukan penyerangan terhadap Polsek Nimboran, sehingga anggota yang berada di Polsek berlindung dan mengamankan diri ke arah belakang Polsek, kemudian massa melakukan perusakan dan pembakaran Polsek Nimboran," jelas Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal kepada wartawan di Jayapura, Senin (2/8).

Akibat dari kejadian itu, Mapolsek Nimboran habis terbakar dan belasan sepeda motor serta satu pucuk senjata ikut terbakar.

(jbr/jbr)