Usai Dibakar Massa Mapolsek Nimboran Jayapura Masih Dijaga Polri dan TNI

Wilpret Siagian - detikNews
Senin, 02 Agu 2021 21:42 WIB
Kopleks Polsek Nimboran, Jayapura Masih Dijaga Polri dan TNI (Wilpret Siagian-detikcom)
Kompleks Polsek Nimboran, Jayapura, Masih Dijaga Polri dan TNI (Wilpret Siagian/detikcom)
Jayapura -

Mapolsek Nimboran di Distrik Nimboran, Kabupaten Jayapura, Papua, dibakar oleh sekelompok warga. Usai pembakaran Polsek Nimboran masih dilakukan penjagaan oleh aparat Kepolisian yang dibantu TNI.

"Saat ini Personel Gabungan TNI-Polri masih melakukan pengamanan di sekitar Polsek Nimboran yang dibakar massa," ujar Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal kepada wartawan di Jayapura, Senin (2/8/2021).

Sedangkan korban penembakan, yakni Fredrik Sem (22), warga Kampung Pobaim, Distrik Nimboran, Kabupaten Jayapura, sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah Abepura guna mendapat perawatan.

Kamal menjelaskan, pembakaran Polsek dilakukan massa dari keluarga korban Frederik Sem sekitar 30 orang. Mereka datang ke Polsek menggunakan roda 2 dan truk.

"Massa tiba di Polsek langsung melakukan penyerangan terhadap Polsek Nimboran, sehingga anggota yang berada di Polsek berlindung dan mengamankan diri ke arah belakang Polsek, kemudian massa melakukan perusakan dan pembakaran Polsek Nimboran," jelasnya.

Akibat dari kejadian itu, Mapolsek Nimboran habis terbakar dan belasan sepeda motor serta satu pucuk senjata ikut terbakar.

"Kasus ini telah ditangani Polres Kabupaten Jayapura bersama-sama dengan tokoh masyarakat setempat sementara situasi sudah terkendali," katanya.

Diketahui peristiwa pembakaran Mapolsek Nimboran itu terjadi pada Senin (2/8) siang waktu setempat. Massa yang menyerang Mapolsek tersulut emosinya karena mendengar ada warga yang ditembak anggota Polsek Nimboran di Kampung Pobaim, Nimboran.

"Pembakaran terjadi saat massa mendatangi Mapolsek Nimboran terkait adanya penembakan warga. Namum mereka langsung emosi, lalu membakar Mapolsek," ujar Kapolres Jayapura AKBP Fredrickus W.A Maclarimboen saat dimintai konfirmasi wartawan, Senin (2/8).

Terkait dugaan penembakan yang dilakukan anggotanya, AKBP Fredrickus, mengungkapkan awalnya Polsek Nimboran menerima laporan warga setempat soal adanya pemalakan di jalanan. Anggota piket Polsek Nimboran yang menerima laporan pemalakan itu lantas langsung terjun ke lokasi untuk melakukan pengamanan.

Namun, setiba di lokasi, anggota Polsek Nimboran mendapat perlawanan dari warga yang melakukan pemalakan di jalanan.

Simak video 'LBH Papua Ungkap Marak Polisi Langgar HAM Saat Bubarkan Aksi Sejak 2019':

[Gambas:Video 20detik]

(dwia/dwia)