Varian Delta COVID-19 Cepat Menular, Masyarakat Diminta Patuh Prokes

Yudistira Imandiar - detikNews
Minggu, 01 Agu 2021 21:50 WIB
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dr Siti Nadia Tarmizi
Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Jakarta -

Sejak awal tahun hingga 28 Juli 2021, Indonesia telah melaporkan 3,651 hasil sequencing atau pengurutan, ke dalam database global. Dari hasil sequencing itu, didapatkan tiga dari empat varian virus Corona yang harus diwaspadai, yaitu varian Alfa, Beta dan Delta.

"Varian Delta mendominasi 86% spesimen yang dilakukan sequencing dalam 60 hari terakhir, dan berasal dari 24 provinsi, sehingga dapat dikatakan persebaran ini hampir merata di seluruh Indonesia," jelas Juru Bicara COVID-19 Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi M.Epid dalam keterangan tertulis, Minggu (1/8/2021).

dr. Siti Nadia menegaskan pemerintah menguatkan testing dan tracing terutama di pemukiman padat penduduk. Mekanisme tracing atau pelacakan juga akan menggunakan sistem perangkat lunak Silacak untuk memudahkan mengetahui kontak erat pasien. Kontak erat akan diarahkan melakukan karantina dan entry test. Pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan volume testing dari sekitar 300 ribu menjadi 500 ribu per hari.

Selain itu, lanjut dr. Siti Nadia, pemerintah terus mengupayakan tambahan pasokan stok vaksin. Secara bersamaan edukasi dan perluasan kapasitas jangkauan vaksinasi juga dilakukan.

Disampaikan dr. Siti Nadia, kesadaran masyarakat juga sangat penting untuk membantu menghambat bahkan memutus transmisi virus. Untuk itu, penerapan 3M, ditambah mengurangi mobilitas dan menghindari kerumunan tetap perlu dilakukan.

Sebagai tindak pencegahan penyebaran, anggota masyarakat yang terdeteksi sebagai kasus positif, diharapkan langsung melapor kepada petugas setempat agar dapat dipantau dan dihubungkan dengan akses kesehatan. Untuk mencegah transmisi virus, pasien COVID-19 harus melakukan isolasi, dan kontak erat harus ditelusuri. Setelah kontak erat ditemukan, mereka wajib menjalani karantina dan menjalani tes swab.

Saat ini, ulas dr. Siti Nadia, tercatat tren penambahan kasus masih tinggi dengan rata-rata 40 ribuan kasus perhari. Ditambah potensi penularan varian Delta sangat tinggi dan menjadi salah satu faktor meningkatnya angka kematian. Untuk menanggulangi situasi demikian, dr. Siti Nadia menyatakan pemerintah mengharapkan kesadaran setiap individu untuk bersama-sama memutus rantai penularan.

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengatakan pemerintah tak henti-hentinya mengedukasi dan mensosialisasikan tentang pentingnya penerapan protokol kesehatan.

"Selain terus memantau peta mutasi varian virus baru di Indonesia, kami terus menekankan pentingnya protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan penularan," ujar Johnny.

"Edukasi dan sosialisasi terkait COVID-19 juga terus dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, agar masyarakat patuh dan disiplin terhadap protokol kesehatan. Dalam hal ini, kita semua adalah kanal amplifikasi berita baik dan informasi yang benar, jadi mari bekerja sama untuk itu," imbuhnya.

(ega/ega)