Pakar Bencana Sarankan PPKM Level 4 Diperpanjang, Fokus Luar Jawa-Bali

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Minggu, 01 Agu 2021 16:12 WIB
Petugas gabungan dari Polrestabes Palembang, Pol PP dan Dishub menyusun pembatas saat akan menutup jalan dalam rangka pembatasan mobilitas warga guna menekan penyebaran COVID-19 di Jalan POM IX, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (23/6/2021). Pembatasan tersebut dilakukan mulai pukul 21.00 WIB hingga 00.00 WIB di delapan titik persimpangan di Kota Palembang. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/rwa.
Pembatasan mobilitas warga di Palembang. (ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI)
Jakarta -

Pakar bencana menyarankan agar PPKM level 4 yang berakhir pada 2 Agustus diperpanjang. Kawasan di luar Pulau Jawa-Bali harus menjadi fokus penanganan Corona.

Mulanya, guru besar bidang sosiologi bencana dari Universitas Teknologi Nanyang Singapura, Prof Sulfikar Amir, menjelaskan bahwa memang saat ini kasus Corona di Jawa-Bali cenderung menurun. Dia menilai Jawa-Bali telah mendapat efek dari PPKM darurat hingga PPKM level 4.

"Kalau kita lihat Jawa-Bali ada kecenderungan turun. Walaupun Bali itu masih kritis. Lalu Provinsi seperti Jakarta jumlah kasusnya tampak menurun cukup signifikan, Jawa Timur saya nggak terlalu yakin, sama Jawa Tengah. Jawa Barat cukup menurun. Tapi secara keseluruhan Jawa-Bali ini bisa dibilang sudah merasakan PPKM darurat hingga level 4 ini," kata Sulfikar Amir kepada wartawan, Minggu (1/8/2021).

Kendati demikian, dia menyarankan pemerintah tidak melakukan pelonggaran pembatasan yang terlalu cepat. Pasalnya, secara agregat kasus Corona harian masih tinggi.

"Saya menyarankan pemerintah tidak melakukan pelonggaran terlalu cepat. Karena secara agregat jumlah kasus hariannya masih tinggi. Walaupun ada daerah yang menurun. Tapi daerah-daerah terkoneksi satu sama lain. Jadi ketika ada satu daerah yang menurun, dia akan naik lagi ketika ada pelonggaran," ungkapnya.

Dia mengatakan pemerintah harus fokus dalam penanganan di luar Pulau Jawa-Bali. Sebab, fasilitas kesehatan di beberapa daerah di luar Jawa-Bali sangat terbebani.

"Concern di luar Jawa-Bali. Di Papua, Kalimantan, dan Sumatera, jadi fasilitas kesehatannya sudah sangat berat. Jadi ada kenaikan status daruratnya. Jadi harus seperti level 4 di Jawa-Bali," tuturnya.

Selain itu, dia mendorong pemerintah melakukan pengetatan pembatasan di luar Jawa-Bali. Mobilitas orang dari luar Jawa-Bali juga harus diperketat.

"Saran saya luar Jawa-Bali ini diperketat pembatasannya. Dan saat bersamaan, orang-orang di luar Jawa mobilitasnya harus dibatasi sangat ketat. Supaya kasusnya tidak kembali ke Jawa," jelasnya.

Simak juga 'Evaluasi PPKM Level 4, Epidemiolog UI Nilai Penanganan Covid RI Kacau Balau':

[Gambas:Video 20detik]