Luhut Minta Tempat Tidur RS COVID di DIY Ditambah: Kapasitas Hampir Full

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 29 Jul 2021 20:03 WIB
Koordinator PPKM Darurat Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan (YouTube Menko Marves)
Koordinator PPKM Darurat Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan (YouTube Menko Marves)
Jakarta -

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B Pandjaitan menyebut Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memiliki masalah perawatan pasien virus Corona (COVID-19) di rumah sakit (RS). Karena itu, hal tersebut jadi penyebab tingginya angka kematian pasien COVID-19.

Hal itu dipaparkan Luhut saat Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan COVID-19 DIY. Luhut menyebut DIY menjadi provinsi dengan persentase perawatan RS terendah di Pulau Jawa dan Bali.

"Padahal secara umum bisa mencapai sampai 20 persen pasien yang butuh dirawat di rumah sakit, sehingga situasi yang terjadi di DIY bisa menjelaskan mengapa angka kematian itu tinggi," kata Luhut dalam Rakor virtual, seperti dalam keterangan Kemenko Marves, Kamis (29/7/2021).

Luhut mengungkapkan, dari 34.732 kasus aktif di DIY, hanya 2.115 yang dirawat di RS atau 6,1 persen. Selain itu, menurut Luhut, angka kematian di DIY terus meningkat sejak kapasitas tempat tidur RS (BOR) menembus angka hampir 80 persen.

"Kapasitas RS sudah hampir full. Oleh karena itu, saya minta kepada Pemprov dan Pemkab/Pemkot di DIY agar segera melakukan konversi TT (tempat tidur) non-COVID menjadi COVID di RS," perintahnya.

Diharapkan, konversi TT dapat mencapai 50 persen. Jadi, pasien COVID dengan gejala berat dapat ditangani di RS. Adapun dalam rakor tersebut, Menkes Budi Gunadi Sadikin menyebut telah mendapatkan laporan dari beberapa RS di Yogyakarta soal tingginya angka kematian pasien yang akhirnya meninggal di RS.

"Saya sudah datang ke DIY dan berbicara dengan teman-teman dokter di DIY, memang banyak yang masuknya sudah dengan saturasi rendah sehingga wafat," tuturnya.

Menkes Budi pun menyebut segera mengirimkan oximeter ke seluruh Puskesmas di DIY. "Oximeter itu diperlukan untuk melakukan pengukuran saturasi terutama kepada warga yang sedang isoman agar penanganannya tidak terlambat," bebernya.

Luhut Minta Dandim Kapolda Tingkatkan Tracing Testing

Menko Luhut meminta Dandim dan Kapolda di DIY bekerja sama menggiatkan upaya tracing dan testing. Mereka harus mampu menjaring pasein isolasi mandiri (isoman) yang butuh perawatan RS.

"Saya harap dalam beberapa hari ke depan kalian (Kapolda dan Dandim) betul-betul meningkatkan aktivitas testing & tracing sehingga bisa membawa pasien Isoman yang saturasinya mulai memburuk untuk ke fasilitas isoter atau RS," ujarnya serius.

Dia pun menyebut bahwa bantuan oksigen telah dikirim ke DIY. Disebutkan, 150 konsentrator oksigen yang dikirim oleh pemerintah pusat ke DIY.

"Kita juga baru mendapatkan bantuan 10 ISO Tank untuk Oksigen, nanti akan kita deploy (kirim) ke Jogja," imbuhnya.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Ganip Warsito menuturkan bahwa pihaknya telah melakukan dua hal untuk mengintervensi penanganan COVID-19 di DIY. Pertama, BNPB membentuk satgas untuk melakukan penebalan tenaga kesehatan dan non tenaga kesehatan di DIY.

"Satgas ini bertugas mengatur isoter serta isoman dan telemedicine termasuk berkoordinasi dengan relawan," jelasnya.

Kemudian, BNPB mengelola empat isoter di DIY, yakni Rusun ASN BBWSO, Rusun Mahasiswa UGM, Rusun Mahasiswa UNY, dan RS Medika Respati.

Tonton video 'Corona RI Per 29 Juli: 45.494 Pasien Sembuh, 1.893 Kematian':

[Gambas:Video 20detik]



(aik/idn)