Di Tengah Ramai soal SBY, Wanhor PD Apresiasi Sikap Luhut yang Ini

Eva Safitri - detikNews
Kamis, 29 Jul 2021 15:33 WIB
Hinca Pandjaitan
Hinca Pandjaitan (Farih Maulana Sidik/detikcom)
Jakarta -

Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat (PD) Hinca Pandjaitan mengapresiasi permintaan maaf Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan terkait penerapan kebijakan PPKM yang belum maksimal beberapa waktu lalu. Hinca mengatakan itu sikap yang gentle.

Hinca awalnya mengatakan wajar jika kekacauan terjadi karena penyebaran Corona yang belum bisa dikendalikan. Dia pun mengakui kerja keras pemerintah dalam penanganan COVID.

"Keadaan chaos saat bencana datang itu kerap dan wajar terjadi, namun ada banyak varian chaos yang bisa ditekan, dikendalikan ataupun dihilangkan. Lantas, apa yang terjadi pada pemimpin-pemimpin kita yang berada ditampuk pemimpin kekuasaan di eksekutif? Tentu semua sudah bekerja keras," kata Hinca, kepada wartawan, Kamis (29/7/2021).

Namun, Hinca menilai pasti ada saja kerja pemerintah yang tidak sesuai. Sebab, menurutnya, publik tidak pernah tahu bagaimana komunikasi pemerintah.

"Tapi kita juga harus jujur, ada beberapa yang telah melakukan tugas sesuai porsi, ada pula yang melenceng tak terkendali. Untuk itu, saya dulu selalu katakan, masa sulit bencana seperti ini, yang terpenting ialah manajemen krisis. Kita tidak pernah tahu bagaimana alur komunikasi di Istana," ujarnya.

Hinca lantas mengatakan sikap pemerintah yang meminta maaf karena kebijakan belum maksimal. Salah satunya permintaan maaf yang disampaikan oleh Menseskab Pramono dan Luhut.

"Yang jelas, saya lega kala Seskab Mas Pramono mengakui telah terjadi kekeliruan informasi atas ucapan Menko PMK. Pesan Presiden yang disampaikan Mas Pramono ialah: 'informasi kepada publik itu harus menenangkan'," ujarnya.

"17 Juli 2021, saya ingat kala Pak Luhut meminta maaf. Saya hanya mendengar suaranya tanpa melihat wajah, namun saya bisa memvisualisasikan getar suara itu dengan mimik Pak Luhut. Itu tulus. Karena saya mengenal betul beliau. Sangat dekat. Paham apa yang disampaikannya. Walaupun kata maaf tak langsung serta merta mampu menyembuhkan, setidaknya ada upaya merekonstruksi kepercayaan. Ia gentle. Salut," lanjut Hinca.

Lebih lanjut, Hinca berharap pemerintah berhati-hati dalam mengeluarkan narasi. Setidaknya, menurut Hinca, pemerintah harus memberikan rasa ketenangan melalui apa yang disampaikan.

"Teruntuk Bapak-Ibu yang duduk di Istana dan diberi kepercayaan di top executive sebagai penyelenggara pemerintahan, saya juga berharap agar setidak-tidaknya untuk memilih narasi dan diksi yang pas dalam menyampaikan informasi, menganalogikan peristiwa maupun meramu kebijakan kepada publik. Publik itu butuh informasi yang memberi ketenangan dan kebenaran, sudah, itu saja," ujarnya.

Diketahui, Luhut memang sempat melontarkan permintaan maaf karena kebijakan PPKM yang belum maksimal.

"Sebagai Koordinator PPKM Jawa dan Bali, dari lubuk hati yang paling dalam, saya ingin meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia jika dalam penanganan PPKM Jawa dan Bali ini masih belum optimal," kata Luhut Pandjaitan dalam konferensi pers yang disiarkan langsung lewat kanal YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (17/7/2021).

Luhut menyampaikan hal tersebut di pengujung uraiannya mengenai pengendalian penularan virus Corona dalam PPKM darurat selama ini. Selanjutnya, setelah minta maaf, Luhut menjelaskan pemerintah bakal terus melanjutkan kerjanya untuk menanggulangi COVID-19, khususnya penularan virus Corona varian Delta.

"Saya bersama jajaran dan menteri/kepala lembaga terkait akan terus bekerja keras untuk memastikan bahwa penyebaran varian Delta ini bisa diturunkan," kata Luhut.

Simak juga 'Cerita Hasto soal SBY Pernah Dijuluki 'Bapak Bansos Indonesia'':

[Gambas:Video 20detik]



(eva/gbr)