Pembunuh Istri Eks Sekda Pematangsiantar Divonis 18 Tahun Penjara

Andi Saputra - detikNews
Kamis, 29 Jul 2021 09:35 WIB
Ilustrasi Palu Hakim
Ilustrasi (Ari Saputra/detikcom)

Terdakwa minta waktu karena belum mempunyai uang. Merasa tidak curiga, korban Riamsa menyuruh terdakwa membawa sebuah nanas dan sebilah pisau yang ada di meja makan. Korban Riamsa menuruni anak tangga, sementara terdakwa berjalan di belakang korban sambil membawa piring yang berisi nanas dan pisau.

Saat korban Riamsa berdiri di ujung anak tangga tersebut, terdakwa mendorong tubuh korban dari belakang, sehingga korban jatuh berguling hingga telentang ke lantai. Merasa kesakitan, korban Riamsa menjerit-jerit meminta tolong.

"Bukannya menolong, Terdakwa mendatangi korban Riamsa dengan mengambil bantal kursi lalu membekap wajah korban Riamsa. Tidak merasa puas, Terdakwa mengambil pisau yang terjatuh di dekat kepala korban, lalu melukai tangan dan pipi korban. Akibatnya, korban menjadi lemas dan tidak sadarkan diri, lalu terdakwa menyeret tubuh korban yang sudah lemas dan memasukkannya ke dalam gudang yang berada di lantai bawah rumah tersebut," ujar majelis hakim.

Untuk menghilangkan jejak, terdakwa menutup pintu gudang tersebut, lalu terdakwa membersihkan lantai bekas ceceran darah dengan sebuah kain pel, serta membuang pisau dan bantal yang kena percikan darah ke sungai.

Merasa aman, terdakwa mengambil 1 unit handphone korban, 1 buah dompet warna cokelat milik korban Riamsa boru Nainggolan yang berisi uang sejumlah Rp 800 ribu, kunci-kunci pintu/gembok. Selanjutnya terdakwa keluar dari rumah korban dengan menggembok kembali rumah korban, kemudian terdakwa pergi meninggalkan rumah korban. Akibat perbuatan terdakwa, korban meninggal dunia.

"Usai melakukan aksinya tersebut, Terdakwa bersembunyi di Kota Medan, lalu berhasil ditangkap Tim Opsnal Jantanras Polres Pematangsiantar dan Opsnal Subdit III Jatanras Polda Sumut, dari persembunyiannya di Jalan Gatot Subroto, Kota Medan, pada Selasa (2/3/2021)," pungkas majelis.


(asp/lir)