Gaya Habibie Kritik Pemerintah: Disertai Solusi

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Rabu, 28 Jul 2021 13:03 WIB
Sosok BJ Habibie dan Sederet Fakta Soal Bapak Pesawat
BJ Habibie (Instagram @b.jhabibie)

Luhut Berpesan ke SBY

Sebelumnya, dalam acara 'Kick Andy Double Check', Koordinator PPKM sekaligus Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan menceritakan pesannya kepada Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait kritik.

Kick Andy Double Check, yang tayang pada Minggu (25/7), menampilkan Luhut sebagai narasumber. Di awal-awal sesi, Luhut menjawab berbagai pertanyaan yang dilontarkan. Kemudian, muncul pertanyaan yang menyangkut pesan SBY beberapa tahun lalu kepada Luhut soal jangan main ancam-mengancam. Andy bertanya apakah Luhut memang temperamental. Namun Luhut mengaku itu gaya orang Batak.

Andy lantas mengungkit status SBY sebagai junior Luhut di militer. Luhut kemudian ditanya etika junior mengkritik senior. Luhut mengaku menghormati sikap SBY karena status sebagai Presiden ke-6 RI.

"Saya nggak keberatan. Saya bilang sama Pak Bambang, ya oke-oke sajalah, hak-hak beliaulah. Tapi semua hanya titip saja pada pemimpin-pemimpin yang sudah selesai eranya, lebih bagus seperti Pak Habibie-lah, semua duduk manis, datang sekali mengkritik," ujar Luhut.

"Nggak perlulah kita merasa bahwa yang berkuasa sekarang ini di bawah kita. Mungkin saja Bapak A, Bapak B itu lebih pintar. Tapi sekarang yang berkuasa ini, ya sudah," katanya sembari menegaskan dirinya tidak dalam posisi menyerang balik SBY.

Tanggapan Partai Demokrat

Partai Demokrat menjelaskan pernyataan SBY kepada Luhut yang meminta jangan main ancam. Pernyataan SBY itu disebut dalam rangka mengingatkan Luhut.

"Konteks Bapak SBY berbicara itu di awal tahun 2018. Intinya, ketika itu mengingatkan kalau kekuasaan yang dimiliki bukanlah untuk menakut-nakuti masyarakat. Sebaliknya, SBY meminta pemerintah bekerja sama dengan masyarakat secara baik. Apabila terdapat suatu kekeliruan dari masyarakat saat mengkritik pemerintah, seharusnya, menurut SBY, pemerintah harus mengayomi masyarakat secara baik," ujar Kabakomstra Demokrat Herzaky Mahendra Putra saat dimintai konfirmasi, Selasa (27/7).

Herzaky mengaku kaget atas heboh-heboh ini. Meski demikian, dia tak keberatan jika ada masyarakat yang menilai pernyataan SBY masih relevan dengan kondisi saat ini.

"Karena itu, kami kaget kenapa dibahas lagi seolah-olah bicara sekarang. Jadi tidak nyambung sebenarnya. Kalau memang publik merasa ucapan Bapak SBY masih relevan sampai dengan sekarang, silakan saja. Itu hak publik," ujar Herzaky.


(rdp/tor)