Luhut Berpesan agar SBY Seperti Habibie, Ini Kata PD

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 27 Jul 2021 15:56 WIB
Luhut Binsar Pandjaitan
Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Inkana Putri)
Jakarta -

Dalam acara Kick Andy Double Check, Koordinator PPKM sekaligus Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan menceritakan pesannya kepada presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait kritik. Partai Demokrat merespons Luhut.

Kick Andy Double Check, yang tayang pada Minggu (25/7), menampilkan Luhut sebagai narasumber. Di awal-awal sesi, Luhut menjawab berbagai pertanyaan yang dilontarkan. Kemudian, muncul pertanyaan yang menyangkut pesan SBY beberapa tahun lalu kepada Luhut soal jangan main ancam-mengancam. Andy bertanya apakah Luhut memang temperamental.

"Nggak temperamental, memang gayanya orang Batak gitu," kata Luhut seperti dikutip dari YouTube Kick Andy Show, Selasa (27/7/2021).

Luhut diminta lagi tanggapannya soal anggapan menggunakan ancaman dalam pernyataan-pernyataannya. Luhut mengaku tidak terganggu oleh anggapan itu sembari menceritakan sikapnya kepada anak buahnya.

"Saya nggak ada merasa aneh itu. Silakan saya yang ngomong begitu, nggak ada urusan saya. Saya pikir anak buah saya itu senang-senang saja kok. Apa ada mereka itu nyapa anak buahnya, care sama anak buahnya yang sakit, kan nggak juga. Mungkin jauh, bukan saya mau bilang saya lebih hebat, saya care sama orang banyak. Saya punya foundation yang saya buat 20 tahun lalu sebelum saya jadi apa-apa," kata Luhut.

Andy lantas mengungkit status SBY sebagai junior Luhut di militer. Luhut kemudian ditanya etika junior mengkritik senior. Luhut mengaku menghormati sikap SBY karena status sebagai presiden ke-6 RI.

"Saya nggak keberatan. Saya bilang sama Pak Bambang, ya oke-oke ajalah, hak-hak beliaulah. Tapi semua hanya titip saja pada pemimpin-pemimpin yang sudah selesai eranya, lebih bagus seperti Pak Habibie-lah, semua duduk manis, datang sekali mengkritik," ujar Luhut.

"Nggak perlulah kita merasa bahwa yang berkuasa sekarang ini di bawah kita. Mungkin saja bapak A, bapak B itu lebih pintar. Tapi sekarang yang berkuasa ini ya sudah," katanya sembari menegaskan dirinya tidak dalam posisi menyerang balik SBY.

Tanggapan Partai Demokrat

Partai Demokrat menjelaskan pernyataan SBY kepada Luhut yang meminta jangan main ancam. Pernyataan SBY itu disebut dalam rangka mengingatkan Luhut.

"Konteks Bapak SBY berbicara itu di awal tahun 2018. Intinya, ketika itu mengingatkan kalau kekuasaan yang dimiliki bukanlah untuk menakut-nakuti masyarakat. Sebaliknya, SBY meminta pemerintah dapat bekerja sama dengan masyarakat secara baik. Apabila terdapat suatu kekeliruan dari masyarakat saat mengkritik pemerintah, seharusnya menurut SBY, pemerintah harus mengayomi masyarakat secara baik," ujar Kabakomstra Demokrat Herzaky Mahendra Putra saat dikonfirmasi, Selasa (27/7).

Herzaky mengaku kaget atas heboh-heboh ini. Meski demikian, dia tak keberatan jika ada masyarakat yang menilai pernyataan SBY masih relevan dengan kondisi saat ini.

"Karena itu, kami kaget kenapa dibahas lagi seolah-olah bicara sekarang. Jadi, tidak nyambung sebenarnya. Kalau memang publik merasa ucapan Bapak SBY masih relevan sampai dengan sekarang, silakan saja. Itu hak publik," ujar Herzaky.

Herzaky menegaskan SBY sudah jarang ber-statement akhir-akhir ini. Pihaknya memilih pasif menanggapi Luhut.

"Hanya, Bapak SBY tidak mengeluarkan statement itu akhir-akhir ini. Adanya di Maret 2018. Jadi, kami tidak perlu menanggapi balik kalau ada pejabat pemerintah yang terkesan reaktif merespons statement lama Bapak SBY itu," ujarnya.

Simak juga 'Cerita Hasto soal SBY Pernah Dijuluki 'Bapak Bansos Indonesia'':

[Gambas:Video 20detik]



(gbr/tor)