2 Warga Ambil Paksa Jenazah Pasien COVID Terkonfirmasi Positif Corona

Antara - detikNews
Jumat, 23 Jul 2021 10:13 WIB
Polisi dan TNI mengawasi tes cepat antigen bagi seorang pria yang sempat ikut mengambil paksa jenazah pasien COVID-19 (ANTARA/Ho-Humas Polres Kupang Kota)
Polisi dan TNI mengawasi tes cepat antigen bagi seorang pria yang ikut mengambil paksa jenazah pasien COVID-19 (ANTARA/Ho-Humas Polres Kupang Kota)
Kupang -

Dua orang dari 11 anggota keluarga yang mengambil secara paksa jenazah pasien COVID-19 di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), terkonfirmasi positif terpapar Corona. Keduanya dinyatakan positif COVID-19 setelah melalui tes cepat antigen.

"Pada Kamis (22/7), Polres Kupang Kota bersama Dinas Kesehatan Kota Kupang sudah melakukan tes antigen terhadap 11 anggota keluarga pasien COVID-19 yang jenazahnya diambil paksa. Hasilnya, dua orang positif," kata Kabid Humas Polda NTT Kombes Rishian Krisna seperti dilansir Antara, Jumat (23/7/2021).

Mantan Kapolres Timor Tengah Utara (TTU) itu menyebutkan dua anggota keluarga pasien COVID-19 yang dinyatakan positif itu adalah suami dan anak pasien tersebut.

Sebelumnya, pada Sabtu (17/7), pasien berinisial LHH (27) yang terkonfirmasi COVID-19 diambil secara paksa oleh pihak keluarganya saat pemakaman dengan protokol COVID-19.

Pihak keluarga tidak terima LHH dinyatakan positif COVID-19. Mereka ingin LHH dibawa pulang ke rumah untuk disemayamkan.

Namun akhirnya polisi setempat bertindak cepat untuk memberikan pemahaman melalui negosiasi antara anggota Polres Kupang Kota dan pihak keluarga.

"Setelah melalui perdebatan yang panjang, keluarga memperbolehkan Satgas COVID-19 memakamkan jenazah pasien COVID-19 itu di pemakaman dengan protokol COVID di TPU Batukadera Kota Kupang," katanya.

Pihak Keluarga Minta Maaf

Sementara itu, perwakilan keluarga jenazah pasien COVID-19 Abdullah Ulomando menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat NTT, khususnya Kota Kupang, atas perbuatan yang meresahkan.

"Pihak keluarga menyampaikan permohonan maaf atas kekeliruan yang terjadi yang mengakibatkan suami dan anak almarhumah ikut terinfeksi COVID-19," ujar Abdullah.

Abdullah berharap kejadian tersebut menjadi pembelajaran bagi masyarakat Kota Kupang untuk tidak ditiru.

Keluarga pun mengimbau agar apabila ada penyampaian dari RS, puskesmas, atau balai kesehatan mana pun bahwa pasien terkonfirmasi positif, harus mengikuti aturan dari pemerintah yang berlaku.

Simak juga Video: Heboh Warga di Bondowoso Rebut Jenazah Corona-Peti Dibakar

[Gambas:Video 20detik]




(jbr/idh)