Spesimen Corona Turun, Ini Penjelasan Airlangga

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 21 Jul 2021 20:44 WIB
Pemerintah Kota Bekasi menggelar tes massal corona terhadap penumpang KRL di Stasiun Bekasi. Tes kali ini menggunakan alat yang lebih akurat berupa polymerase chain reaction (PCR). Agung Pambudhy/Detikcom. 

1. Penumpang Commuter line mengikuti test massal COVID 19 dengan metode polymerase chain reaction (PCR) di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Selasa (5/5/2020).
2. Sebanyak 300 penumpang kereta dipilih secara random mengikuti tes ini. 
3. Metode tes PCR adalah mengetes spesimen yang diambil dari dahak di dalam tenggorokan dan hidung lalu diswab. 
4. Tes ini dianggap paling akurat dibandingkan rapid test yang hanya untuk mendeteksi reaksi imun dalam tubuh.
5. Data terkini kasus positif Covid-19 di Kota Bekasi telah mencapai 249 orang. Pasien sembuh corona 126, dalam perawatan 95, sedangkan meninggal 28 orang.
6. Test ini dibantu petugas dari RSUD Kota Bekasi dan Dinkes Kota Bekasi.
7. Sebelum masuk ke stasiun, penumpang lebih dulu menjalai tes PCR secara acak. Setelah itu, sampel lemdir dari hidung akan diuji di Labiratorium Kesehatan Kota Bekasi.
8. Hasil pemeriksaan ini diharapkan memberi gambaran kondisi penumpang ‎KRL apakah ada yang terpapar COVID-19 atau tidak.
9. Sebelumnya di KRL ada tiga orang yang dinyatakan positif virus COVID-19 berdasarkan hasil test swab PCR yang dilakukan pada 325 calon‎ penumpang dan petugas KAI di Stasiun Bogor. 
10. Sejumlah kepala daerah meminta pemerintah pusat untuk menstop operasional KRL guna menghambat penyebaran virus COVID-19
11. Hingga 4 Mei 2020 di Indonesia terdapat 11.587 kasus COVID-19 dengan kasus kematian 864 meninggal dan 1.954 sembuh.
12. Sampai kemarin pemerintah telah menguji 112.965 spesimen dari 83.012 orang di 46 laboratorium.
Ilustrasi Spesimen Corona (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Turunnya jumlah spesimen Corona yang diperiksa menjadi pertanyaan sejumlah pihak. Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto memberi penjelasan.

"Kalau kita lihat, hari ini sudah mulai agak naik yaitu 179 ribu. Memang seven day averages kita di 218 ribu, dan kemarin karena sebagian karena ada hari libur, maka sebagian laboratorium tidak beroperasi," kata Airlangga dalam siaran langsung di kanal YouTube PerekonomianRI, Rabu (21/7/2021).

Dia mengatakan pemerintah menggunakan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Selain itu, dia mengatakan soal standar testing spesimen Corona pun sudah diatur dalam Instruksi Mendagri (Inmendagri) terbaru.

"Pemerintah sudah punya standar, berdasar standar WHO saat positivity rate di bawah 5% itu adalah 1/1.000 penduduk (yang dites)," katanya.

"Kemudian tentu kalau di atas 5%, guide line-nya kita buat berbasis berjumlah pada jumlah penduduk masing-masing. Dan itu sudah masuk ke dalam inmendagri. Jadi bisa dilihat secara spesifik per daerah dan per minimum testing," tambahnya.

Penjelasan Satgas COVID-19

Satgas Penanganan COVID-19 mengungkapkan kemungkinan penyebab jumlah tes spesimen Corona yang diperiksa menurun. Kemungkinan penyebab itu adalah keterlambatan memasukkan data dan penurunan tes di akhir pekan.

"Terdapat beberapa kemungkinan yang menyebabkan menurunnya jumlah spesimen yang diperiksa, seperti penurunan testing di akhir pekan atau delay input yang berasal dari laboratorium ke dalam sistem data," kata jubir Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito di akun YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (20/7).

Wiku mengatakan pemerintah berjanji meningkatkan pemeriksaan dini (testing), pelacakan (tracing), dan perawatan (treatment) atau 3T. Serta berkoordinasi dengan pemerintah untuk memenuhi target tes spesimen Corona.

"Ke depannya, pemerintah berkomitmen meningkatkan kapasitas upaya 3T secara keseluruhan dengan berkoordinasi serta memfasilitasi pemerintah daerah untuk mencapai targetnya masing-masing sesuai yang telah ditetapkan dalam instruksi Mendagri," ujarnya.

5 Kabupaten/Kota Capai Target Testing

Juru bicara vaksinasi COVID-19 Kemenkes RI, Siti Nadia Tarmizi, menyampaikan hanya 5 kabupaten/kota yang mencapai target jumlah tes COVID-19. Padahal tes sangat penting untuk mengetahui kondisi pandemi COVID-19 di Indonesia.

"Terkait capaian testing tiga hari terakhir, hanya lima kabupaten/kota yang mencapai target di atas 90%," kata Nadia dalam siaran pers PPKM lewat kanal YouTube FMB9ID_IKP, Rabu (21/7).

Lima kabupaten/kota yang mencapai target tes COVID-19 yaitu Kota Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Kota Surakarta, Kota Yogyakarta, dan Kabupaten Sumenep. Untuk kabupaten/kota di PPKM level 4, capaian testing sudah cukup bagus namun perlu ditingkatkan, terutama pada akhir pekan dan hari libur.

"Secara nasional, jumlah testing nasional meningkat namun khusus capaian terhadap target testing dan tracing di daerah PPKM level 4 adalah masih rendah, terutama 3 hari terakhir yang terus mengalami penurunan," ujarnya.

Berikut ini angka spesimen selama 8 hari terakhir:

14 Juli: 240.724 spesimen (54.517 kasus)
15 Juli: 249.059 spesimen (56.757 kasus)
16 Juli: 258.532 spesimen (54.000 kasus)
17 Juli: 251.392 spesimen (51.925 kasus)
18 Juli: 192.918 spesimen (44.721 kasus)
19 Juli: 160.686 spesimen (34.257 kasus)
20 Juli: 179.275 spesimen (38.325 kasus)
21 Juli: 153.330 spesimen (33.772 kasus)

(jbr/tor)