Dokter Muda di Papua Barat Meninggal Dunia Akibat COVID-19

Antara - detikNews
Sabtu, 17 Jul 2021 01:48 WIB
Poster
Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom)

Kepergian Ayomi untuk selamanya membuat petugas medis di RSUD Teluk Wondama juga masyarakat Wondama secara umum merasakan kehilangan besar. Terlebih dia dikenal sebagai sosok yang periang dan murah hati.

Nydia juga dikenal sebagai pribadi yang jujur dan apa adanya. "Beliau ini periang, jujur, apa adanya. Dia sangat baik dan selalu menjaga perasaan orang lain," kata Kurniawan.

Dalam bertugas, dokter kelahiran 1991 itu pun dikenal sebagai petugas yang aktif, disiplin dan berkinerja baik. Sebagai dokter muda, Ayomi bahkan langsung dipercaya menjadi petugas jaga di UGD karena memiliki kemampuan yang mumpuni.

Ia juga dipercaya mengemban jabatan sebagai Sekretaris Komite Medik di RSUD Teluk Wondama. Selain sebagai dokter jaga di UGD, dia juga aktif dalam kegiatan-kegiatan nonklinis dalam rangka peningkatan mutu layanan RSUD Teluk Wondama.

Ia mengawali karir sebagai dokter honorer di RSUD Teluk Wondama selama beberapa tahun. Anak pertama dari dua bersaudara ini kemudian tembus tes CPNS pada 2019 dan diangkat menjadi dokter tetap.

Dia mendapatkan tugas sebagai dokter tetap di Puskesmas Distrik Roswar, salah satu kecamatan terluar di Wondama. Namun karena kemampuannya, dia kemudian ditarik ke RSUD untuk membantu pelayanan medis di satu-satunya rumah sakit di Kabupaten Teluk Wondama itu.

"Tapi kemudian kami di RSUD kekurangan dokter dan dia sudah mumpuni untuk peningkatan mutu layanan di rumah sakti lewat program akreditasi dan sudah juga beberapa kali pelatihan akhirnya kita bermohon untuk di tarik ke RSUD," kata Kurniawan.

Ayah Berpulang

Belum usai kesedihan akibat kepergian Ayomi yang gugur karena COVID-19, kabut duka kembali menaungi keluarga besar Ayomi. Kurang dari 24 jam setelah kepergiannya, sang ayah, Darmono Is juga dipanggil pulang.

Darmono menghembuskan nafas terakhir pada Kamis malam (15/7). Sang ayah meninggal dunia juga karena terinfeksi COVID-19.

"Bapaknya meninggal juga, Bapak Darmono. Meninggal jam 8 tadi malam. Meninggal COVID-19 karena ada beberapa komorbid, gula dan lainnya," kata Kurniawan.

Kondisi Darmono sebenarnya masih relatif baik saat dibawa ke ruang isolasi COVID-19 di Gedung Sasar Wondama Manggurai.

Namun diduga karena mengalami tekanan psikis setelah mengetahui anaknya yang sedang hamil tua dirujuk ke luar Wondama dalam kondisi COVID-19 berat, kondisi Darmono kemudian menurun drastis.

"Terakhir kami sembunyikan kalau anaknya sudah meninggal tapi tidak tahu entah dia tahu atau ada kontak batin karena ini anak sama bapak," kata dia.


(rfs/rfs)