Angka Kematian COVID di Indonesia Capai 70 Ribu, Ini Data Terbarunya

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 16 Jul 2021 11:33 WIB
Angka Kematian COVID di Indonesia Capai 70 Ribu, Ini Data Terbarunya
Angka Kematian COVID di Indonesia Capai 70 Ribu, Ini Data Terbarunya (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Angka kematian COVID di Indonesia kini menembus angka 70 ribu. Jumlah pemakaman dengan protokol Corona pun meningkat di berbagai daerah.

Untuk diketahui, rekor kasus kematian harian tercatat pada Rabu (7/7) lalu. Dalam sehari, ada 1.040 kematian di Indonesia, dengan yang terbanyak dicatatkan oleh Jawa Tengah dengan 480 kasus.

Data Angka Kematian COVID di Indonesia

Berdasarkan data yang dihimpun detikcom dalam seminggu terakhir, angka kematian tertinggi terjadi pada 11 Juli 2021 dengan 1.007 kasus. berikut angka kematian COVID di Indonesia:

9 Juli 2021 : 871 kasus
10 Juli 2021 : 826 kasus
11 Juli 2021 : 1.007 kasus
12 Juli 2021 : 891 kasus
13 Juli 2021 : 864 kasus
14 Juli 2021 : 991 kasus
15 Juli 2021 : 982 kasus

Angka Kematian COVID Anak di Indonesia

Kematian anak akibat COVID-19 di Indonesia disebut paling tinggi sedunia. Ikatan Dokter Indonesia (IDAI) menyebut adanya adanya riwayat komorbid dan keterlambatan testing menjadi penyebab tingginya kasus kematian.

"Testing ini tidak merata. Ketika testing tidak merata, pandemi ini tidak merata, pandemi ini tidak akan bisa kita selesaikan terutama anak jarang di-testing sehingga kasus anak ini yang yang terlambat karena telat di-testing," tegas Ketua Umum PP IDAI Aman Bhakti Pulungan dalam rapat bersama Komisi IX DPR RI, Senin (5/7/2021).

Meski begitu, dr Aman menyebut komorbiditas bukan faktor utama tingginya kasus kematian pada anak. Menurutnya, faktor utamanya adalah minimnya testing.

"Kita lihat ini data publikasi kita. Anak kita ini turunan komorbid. Ada yang obesitas, ada yang kelainan genetik, ada yang autoimun, dan lain-lain. Boleh dikatakan memang karena autoimun kena komorbid dan lain-lain. Tapi kan selama ini mereka tidak meninggal," tegasnya.

"Kami cukup kompeten. Kami banyak yang super-spesialis, yang konsultan kami bisa merawat mereka semua. Tetapi ketika mereka telat terdeteksi COVID, ini kami tidak sempat bisa menolong. Tolong beri IDAI untuk bisa menolong mereka. Dengan apa? Testing-nya diperbanyak," lanjut Aman.

Berikut data kematian anak akibat COVID di Indonesia sesuai usia:

0 - 28 hari : 16 persen
29 hari - 11 bulan 29 hari : 23 persen
1 tahun - 5 tahun 11 bulan 29 hari : 20 persen
6 tahun - 9 tahun 11 bulan 29 hari : 11 persen
10 tahun - 18 tahun : 30 persen

Lihat Video: Kasus Corona-Kematian RI Per 12 Juli Tertinggi di Dunia

[Gambas:Video 20detik]



(izt/imk)