Info PPKM Malang Raya: PJU Dimatikan-Vaksin Tambahan buat Disabilitas

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 16 Jul 2021 11:49 WIB
Info PPKM Malang Raya: PJU Dimatikan-Vaksin Tambahan Buat Disabilitas
Info PPKM Malang Raya: PJU Dimatikan-Vaksin Tambahan Buat Disabilitas (Foto: Muhammad Aminudin/detikcom)
Jakarta -

Pelaksanaan PPKM darurat Malang Raya dilakukan dengan berbagai cara guna menekan mobilitas masyarakat. Program percepatan vaksinasi pun dilakukan, bahkan rencananya vaksin untuk penyandang disabilitas juga akan disiapkan.

Diketahui Malang Raya masuk dalam salah satu zona PPKM darurat, yang berlangsung sejak 3 Juli hingga 20 Juli mendatang. Kabupaten Malang bahkan masuk dalam salah satu daerah dengan kasus Corona terbanyak di Jawa Timur.

Data dari Satgas COVID-19 Jatim, pada Kamis (15/7) Kabupaten Malang memiliki penambahan kasus baru Corona sebanyak 524, sementara Kota Malang sebanyak 186 kasus. Sementara itu, angka kesembuhan mencapai 23 kasus untuk Kabupaten Malang dan 7 kasus untuk Kota Malang.

Untuk kematian, ada 2 tambahan kasus di Kota Malang, sementara di Kabupaten Malang terdapat 7 kasus.

PPKM Malang Raya: PJU Dimatikan

Pemadaman penerangan jalan umum (PJU) di Kota Malang kembali diberlakukan. Pemadaman dilakukan di malam hari guna mencegah mobilitas masyarakat selama PPKM darurat.

Sebelumnya, cara ini dilakukan selama tiga hari awal PPKM darurat. Namun sempat dihentikan.

Pemadaman berlangsung mulai pukul 20.00 WIB mulai Rabu (14/7). Hal ini dilakukan karena Kota Malang masuk zona hitam dengan mobilitas yang tinggi, sementara 37 kabupaten/kota lainnya di Jatim masuk kategori oranye dan kuning.

"Hasil rakor bersama Forkopimda, diputuskan bahwa PJU akan kembali dimatikan. Ini karena Kota Malang masuk zona hitam dengan mobilitas warga cukup tinggi," ujar Wali Kota Malang Sutiaji kepada detikcom saat dihubungi, Rabu (14/7/2021).

Selain bertujuan agar bisa mengurangi mobilitas masyarakat, pemadaman JPU juga dimaksudkan guna mencegah adanya kerumunan selama PPKM darurat diberlakukan.

"Pemadaman PJU supaya bisa menghindari kerumunan, dan menekan mobilitas warga," jelas Sutiaji.

Sebanyak 8 titik PJU akan dimatikan di Kota Malang. Mulai ruas jalan protokol sampai titik-titik rawan kerumunan warga.

"Yakni, ruas jalan protokol dari Karanglo sampai dengan Kacuk, Jalan Ijen Besar, Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Trunojoyo, Jalan Kawi, Jalan Bengawan Solo dan Jalan MT Haryono sampai dengan Jalan Tlogomas," ungkap Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto secara terpisah.

Pemilihan titik pemadaman mempertimbangkan adanya aksi kriminalitas serta terjadinya kecelakaan lalu lintas. Sedangkan penyekatan akses jalan masuk Kota Malang akan diberlakukan buka tutup.

"Penutupan akses masuk kota dengan sistem buka tutup dengan skala prioritas dan urgensinya," lanjutnya Budi Hermanto.

PPKM Malang Raya: Vaksinasi untuk Disabilitas Disiapkan

Program percepatan vaksinasi COVID-19 juga dilakukan Polresta Malang. Ada pengajuan tambahan sebanyak 5.000 hingga 10 ribu dosis vaksin ke Dinas Kesehatan Kota Malang untuk masyarakat yang belum mendapatkan vaksinasi, khususnya disabilitas.

Sudah 7.230 dosis vaksin yang diberikan kepada masyarakat, dari 8.880 dosis yang kita miliki. Kami sudah mengajukan penambahan dosis vaksin, sebanyak 5.000 sampai 10 ribu dosis ke Dinkes Kota Malang," ujar Budi.

"Selain masyarakat umum, organisasi kemasyarakatan dan organisasi kepemudaan. Penambahan dosis vaksin juga akan diperuntukkan bagi penyandang disabilitas," terangnya.

Sementara itu, Pemkot Malang menyebut sudah 300 ribu lebih masyarakat yang menerima vaksinasi COVID-19. Stok vaksin yang dimiliki tinggal 30 ribu dosis. Penambahan sudah diajukan yakni sebanyak 120 ribu dosis.

"Total sampai pekan ini, sudah 300 ribu lebih masyarakat tervaksinasi. Kita sudah ajukan 120 ribu dosis, karena stok yang ada hanya 30 ribu dosis dan pekan ini diperkirakan habis diberikan kepada masyarakat," ucap Wali Kota Malang Sutiaji.

(izt/imk)