Info PPKM Darurat Resmi Diperpanjang Belum Jelas, Ini Kabar Terkini

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 15 Jul 2021 13:45 WIB
Info PPKM Darurat Resmi Diperpanjang Belum Jelas, Ini Kabar Terkini
Info PPKM Darurat Resmi Diperpanjang Belum Jelas, Ini Kabar Terkini/ilustrasi (Foto: Fuad Hasim/tim infografis detikcom)
Jakarta -

Info terkait PPKM darurat resmi diperpanjang hingga kini belum jelas kebenarannya. Namun kabar tersebut sudah telanjur menyebar di media sosial hingga jadi perbincangan warga Jawa Timur.

Diketahui dalam kabar-kabar yang beredar, Polda Jatim disebut sudah resmi memperpanjang PPKM darurat hingga 2 Agustus mendatang. Padahal informasi tersebut tidak benar atau hoax.

Klarifikasi Polda Jatim Soal Info PPKM Darurat Resmi Diperpanjang

Sebuah surat yang disebut berasal dari Polda Jatim terkait perpanjangan PPKM darurat beredar di media sosial dan grup WhatsApp sehingga menjadi pembicaraan warga Jatim. Tertulis, PPKM akan diperpanjang hingga 2 Agustus 2021.

Polda Jatim pun angkat bicara mengenai kabar tersebut melalui instagram @divisihumaspolri pada Rabu (14/7) lalu. Kabar tersebut diketahui tidak benar alias hoax.

"Faktanya, surat telegram Kapolda Jawa Timur dengan Nomor: STR/759/VII/OPS.2/2021 tertanggal 3 Juli 2021 itu terkait Operasi Aman Nusa II Semeru," demikian keterangan yang tertulis di laman instagram Divisi Humas Polri.

Dalam surat itu, tertulis durasi Operasi Aman Nusa II Semeru berlangsung selama 31 hari mulai 3 Juli 2021 hingga 2 Agustus 2021. Kabid Humas Polda Jatim Kombes Gatot Repli Handoko menjelaskan operasi tersebut dan PPKM darurat berbeda.

"Durasi Operasi Aman Nusa II memang berbeda dengan durasi PPKM darurat. Pelaksanaan PPKM darurat dilaksanakan selama 2 minggu dimulai sejak 3 hingga 20 Juli 2021 dan Operasi Aman Nusa II Semeru dilaksanakan selama 1 bulan, dimulai sejak 3 Juli 2021 hingga 2 Agustus 2021," kata Gatot.

"Jika nantinya PPKM darurat akan diperpanjang, belum tentu Operasi Aman Nusa II juga akan berlanjut," lanjutnya.

Awal Mula Info PPKM Darurat Resmi Diperpanjang Beredar

Awal mula terkait info PPKM darurat resmi diperpanjang berasal dari bahan paparan Menkeu yang beredar. Dalam dokumen tersebut disampaikan skenario perpanjangan PPKM melihat tingginya kasus COVID-19 imbas varian baru Delta.

"PPKM darurat selama 4-6 minggu dijalankan untuk menahan penyebaran kasus. Mobilitas masyarakat diharapkan menurun signifikan," tulis bahan paparan Menkeu Sri Mulyani Indrawati saat rapat bersama Banggar DPR RI Senin (12/7) lalu.

Untuk merespons dampak negatif meningkatnya kasus COVID-19 dan adanya wacana perpanjangan PPKM darurat, pihaknya akan memperkuat APBN. Upaya tersebut antara lain dengan akselerasi vaksinasi, efektivitas PPKM darurat, dan kesiapan sistem kesehatan, baik fasilitas kesehatan maupun tenaga kesehatan.

Luhut Belum Jelaskan soal PPKM Darurat Resmi Diperpanjang

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan angkat suara terkait PPKM darurat. Namun dirinya tak menjelaskan secara gamblang soal perpanjangan yang beberapa hari terakhir ramai jadi perbincangan.

Luhut menjelaskan terkait dampak perubahan selama PPKM darurat. Menurutnya, beberapa wilayah Jawa-Bali mengalami penurunan, salah satunya aktivitas malam hari warga di Yogyakarta dan Bali.

Lebih lanjut, Luhut menyebut terkait kenaikan drastis kasus positif karena varian Delta. Meningkatnya kasus baru COVID-19 di RI disebut tak terprediksi.

"Saya kira ini begini, kasus meroket ini sudah kita duga juga mungkin terjadi, tapi tidak kita duga secepat ini. Tapi dibalik-balik karena pemahaman kita mengenai Delta, varian ini juga banyak tidak paham betul. Anda sudah lihat, bukan hanya kita, banyak negara lain banyak yang kena, karena ilmu kita, ilmu dunia kedokteran juga belum sampai ke sana. Saya selalu tanya teman-teman dokter mengenai ini," ujar Luhut merespons pertanyaan apakah PPKM darurat akan diperpanjang atau tidak.

Perhitungan dan pengamatan terkait dampak ekonomi akibat PPKM darurat juga akan dilakukan. Hal ini akan menjadi tolok ukur sampai kapan PPKM darurat dijalankan.

"Tentu kita amati dengan cermat, kami ada tim juga yang mengamati sampai berapa jauh kita boleh pergi. Istilah saya itu kalau kita bengkokkan sesuatu, mesti ada batasnya. Kalau bengkok itu patah. Jadi kita mengamati betul masalah ekonomi ini, jangan sampai kelamaan juga, malah buat mati," ujar Luhut.

"Batasi pemulihan nasional sebenarnya kita sangat hati-hati melihat ini dan kami hitung sampai kapan kira-kira kami akan melakukan ini dan kemarin Presiden minta saya untuk evaluasi. Saya janji kepada Presiden besok atau nanti sore kami akan laporkan cara bertindak apa yang akan kita lakukan ke depan dengan data yang ada," lanjut dia.

Simak video 'Corona Pecah Rekor 54 Ribu, PPKM Darurat Jadi 6 Minggu?':

[Gambas:Video 20detik]



(izt/dhn)