Dishub DKI Harap Proyek Jalur Sepeda Tak Kena Refocusing Anggaran

Tiara Aliya - detikNews
Jumat, 09 Jul 2021 22:33 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana menambah panjang lintasan jalur sepeda di Ibu Kota. Penasaran?
Jalur sepeda di DKI (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta segera melakukan pergeseran atau refocusing APBD DKI Jakarta. Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta berharap anggaran penyediaan jalur sepeda tak terdampak refocusing anggaran tersebut.

"Kami harapkan kami tidak ada refocusing," kata Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo kepada wartawan, Jumat (9/7/2021).

Syafrin menjelaskan penyediaan jalur sepeda permanen ini masuk proyek strategis di pemerintahan Gubernur DKI Anies Baswedan. Bahkan, tahun ini target perpanjangan lintasan sepeda sebanyak 170 kilometer.

"Karena ini masuk dalam kegiatan strategis daerah," jelasnya.

Kendati demikian, Syafrin menyadari tak mudah mencapai target tersebut. Apalagi, saat ini fokus masih pada penanganan COVID-19.

"Tentu saat ini target terus kami upayakan. Tetapi harus kita pahami bersama, di tengah PPKM Darurat kami fokus pada penanganan COVID-19," ucapnya.

"Saat ini yang sudah dilakukan dalam pembangunan jalur sepeda permanen 11,2 kilometer. Kemudian ditambah pembangunan jalur sepeda di kawasan penataan stasiun, seperti di Stasiun Tebet, Stasiun Manggarai, juga di Stasiun Gondangdia, dan Stasiun Palmerah. Jadi akan ada beberapa penyiapan jalur sepeda yang akan terintegrasi dengan jaringan existing yang sudah ada di kawasan penataan stasiun," sambung Syafrin.

Untuk diketahui, kabar Pemprov DKI akan me-refocusing APBD untuk penanganan COVID-19 dibenarkan oleh Gubernur Anies Baswedan. Dia memastikan tak akan memotong gaji aparatur sipil negara (ASN) untuk digeser ke penanganan Corona tahun ini.

Anies mengatakan tahun lalu pihaknya terpaksa memotong gaji bulanan ASN dan dialihkan ke bantuan sosial (bansos). Kini, dia mengaku tak ingin lagi membebani ASN Ibu Kota.

"Tahun lalu kita menggeser alokasi anggaran untuk gaji pegawai, ASN, digunakan untuk bansos. Tidak biasa terjadi di mana ASN gaji bulannya itu dipotong. Tapi tahun lalu, kita harus ambil keputusan. Memberikan bansos untuk 1,6 juta keluarga atau memberikan uang yang sama untuk 60 ribu ASN. Kita memutuskan uang itu untuk bansos," kata Anies kepada wartawan, Kamis (8/7/2021).

(mae/mae)