PDIP DKI Usul Dana Formula E Dialihkan untuk Penanganan COVID-19

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Kamis, 08 Jul 2021 18:47 WIB
Ketua Fraksi PDIP DKI Jakarta Gembong Warsono.
Ketua Fraksi PDIP DKI Jakarta Gembong Warsono (Foto: Dok. istimewa)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta tengah menggodok refocusing Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta mengusulkan agar Pemprov DKI mengalihkan anggaran penyelenggaraan Formula E untuk penanganan COVID-19.

"Banyak yang bisa dilakukan pergeseran itu. Kalau kemarin saya bicara dengan teman-teman media banyak hal, misalkan refocusing soal pembangunan JIS, soal Formula E dan masih banyak," kata Ketua Fraksi PDIP DKI Jakarta Gembong Warsono saat dihubungi, Kamis (8/7/2021).

Gembong melihat pergeseran anggaran Formula E sangat memungkinkan. Sebab, gelaran acara ini bersifat tidak mendesak tapi memiliki anggaran besar. Dia meminta Pemprov DKI memprioritaskan keselamatan warga dari penularan COVID-19.

"Untuk saat ini dibandingkan dengan konteks kemanusiaan kan jauh lebih prioritas kemanusiaannya. Bukan berarti tidak prioritas, tapi dari skala prioritas kemudian ditentukan oleh Pemprov kita sandingkan dengan urusan kemanusiaan, ya kita pilih urusan kemanusiaan," jelasnya.

Anggota Komisi A itu juga berharap Pemprov bisa terbuka apabila kesulitan mengadakan anggaran penanganan Corona. Menurutnya, masalah ini harus segera ditangani dengan duduk bersama antara legislatif dan eksekutif.

"Kalau nggak ada (dana) memang segera duduk bareng, nggak usah malu-malu. Sebab, kalau Pemprov terlalu lama menahannya, Pemprov tidak berbuat. Kalau tidak berbuat maka kita khawatir penyebaran COVID-19 semakin menggila. Maka perlu penanganan cepat, penanganan khusus," tegasnya.

Untuk diketahui, kabar Pemprov DKI akan me-refocusing APBD untuk penanganan COVID-19 dibenarkan oleh Gubernur Anies Baswedan. Dia memastikan tak akan memotong gaji aparatur sipil negara (ASN) untuk digeser ke penanganan Corona tahun ini.

"Oh nggak (potong gaji ASN). Tahun ini, sejauh ini alhamdulillah aman," kata Anies kepada wartawan, Kamis (8/7/2021).

Anies mengatakan tahun lalu pihaknya terpaksa memotong gaji bulanan ASN dan dialihkan ke bantuan sosial (bansos). Kini, dia mengaku tak ingin lagi membebani ASN Ibu Kota.

"Tahun lalu kita menggeser alokasi anggaran untuk gaji pegawai, ASN, digunakan untuk bansos. Tidak biasa terjadi di mana ASN gaji bulannya itu dipotong. Tapi tahun lalu, kita harus ambil keputusan. Memberikan bansos untuk 1,6 juta keluarga atau memberikan uang yang sama untuk 60 ribu ASN. Kita memutuskan uang itu untuk bansos," ujarnya.

Terkait Formula E, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melaporkan Pemprov DKI Jakarta telah merogoh kocek hampir Rp 1 triliun demi ajang Formula E di DKI Jakarta. Akan tetapi, ajang ini pun ditunda karena COVID-19. Sumber dana Formula E dibebankan penuh ke APBD DKI Jakarta.

"Berdasarkan penelitian transaksi keuangan terkait penyelenggaraan Formula E diketahui bahwa pembayaran yang telah dilakukan kepada FEO adalah senilai GBP 53.000.000,00 atau setara Rp 983.310.000.000,00," tulis BPK dalam Buku Laporan Hasil Pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta Tahun 2019 yang telah dikonfirmasi anggota BPK, Achsanul Qosasi, Senin (22/3).

BPK merinci, dari Rp 983,31 miliar yang dibayarkan, Rp 560,31 miliar digunakan untuk membayar commitment fee Formula E. Dana setengah triliun rupiah lebih itu dibayarkan pada 2019 dan 2020.

Lihat juga video 'Buka-bukaan Jakpro soal Peruntukan Commitment Fee Formula E':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/isa)