Round-Up

Data dan Fakta Indonesia Dihajar Gelombang Kedua Corona

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 01 Jul 2021 07:01 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono

Kasus Kematian Terus Menaik

Tak hanya itu, kondisi pasien yang meninggal akibat Corona juga terus menaik di Indonesia sejak sepekan terakhir. Pada Rabu 30 Juni 2021, kasus kematian Corona mencapai 467 orang.

Berikut ini data kematian akibat Corona selama sepekan terakhir:

23 Juni 2021: 303
24 Juni 2021: 355
25 Juni 2021: 422
26 Juni 2021: 358
27 Juni 2021: 409
28 Juni 2021: 423
29 Juni 2021: 463
30 Juni 2021: 467



BOR Nasional Capai 72%

Data bed occupancy rate (BOR) atau keterisian tempat tidur COVID-19 ini diungkapkan langsung oleh Presiden Jokowi. Ternyata data ini BOR ini juga menjadi perhatian Jokowi selama lonjakan COVID-19.

"Perkembangan bed occupancy rate (BOR) nasional, di pertengahan Januari kita pernah berada di angka 66 persen, cukup tinggi saat itu, kemudian di Mei pertengahan turun menjadi 28 persen. Dari 66 persen turun menjadi di 28 persen, kecil sekali, hampir betul-betul keterisian tempat tidur di rumah sakit itu menjadi sangat kecil. Tetapi tidak ada satu bulan melompat, menjadi hari ini 72 persen nasional. Hati-hati mengenai ini," kata Jokowi.

Usul PPKM Darurat Mencuat

Kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro yang sudah tidak lagi efektif juga menjadi tanda awal gelombang kedua Corona terjadi di Indonesia. Pemerintah akhirnya mengusulkan bakal menerapkan pembatasan yang lebih ketat yakni PPKM darurat di seluruh Jawa-Bali pada 3 sampai 20 Juli 2021.

Berdasarkan dokumen berjudul 'Intervensi Pemerintah Dalam Penanganan Covid19', ada 15 poin aturan yang bakal diterapkan selama PPKM darurat berlaku. Pemerintah menargetkan penurunan tambahan kasus COVID-19 selama penerapan PPKM darurat.

"Periode Penerapan PPKM Darurat: 3-20 Juli 2021 dengan target penurunan penambahan kasus konfirmasi harian <10ribu/hari," demikian bunyi usulan penerapan PPKM darurat, seperti dalam dokumen yang diterima detikcom, Rabu (30/6/2021).

Dari 15 poin usulan, salah satunya terkait operasional perkantoran. Di mana selama PPKM darurat berlaku, seluruh kegiatan perkantoran, kecuali yang nonesensial, harus dilakukan dari rumah atau work from home (WFH) atau 100 persen WFH.

Simak selengkapnya soal 60 kabupaten kota zona merah di halaman berikutnya.