Round-Up

Data dan Fakta Indonesia Dihajar Gelombang Kedua Corona

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 01 Jul 2021 07:01 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Satgas Penanganan COVID-19 menyatakan Indonesia saat ini tengah diterpa gelombang kedua Corona. Sebutan gelombang kedua itu tidak lepas dari terus melonjaknya tambahan kasus Corona hingga bertambahnya sebaran zona merah di Tanah Air.

Satgas Penanganan COVID-19 memaparkan data per 27 Juni 2021, yang menunjukan ada 60 kabupaten/kota yang kini masuk dalam kategori zona merah atau zona berisiko tinggi infeksi COVID-19. Tak hanya itu, bahkan pada Rabu 30 Juni 2021 kemarin, tambahan kasus Corona pecah rekor di angka 21.807.

"Hal ini menandakan second wave atau gelombang kedua kenaikan kasus COVID-19 di Indonesia," kata Koordinator Tim Pakar dan juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito dalam keterangan tertulis, Rabu (30/6/2021).

Wiku menyampaikan kenaikan kasus Corona ini terjadi 1 minggu pascalibur Lebaran. Kondisi itu diperparah dengan masuknya Corona varian baru ke Indonesia.

"Kenaikan yang mulai terjadi satu minggu pasca-periode libur Lebaran menunjukkan dampak yang ditimbulkan akibat libur panjang ternyata dapat terjadi sangat cepat. Awalnya kenaikan terlihat normal dan tidak terlalu signifikan. Namun, memasuki minggu ke-4 pasca-periode libur, kenaikan meningkat tajam dan berlangsung selama tiga minggu hingga mencapai puncak kedua di minggu terakhir," ucap Wiku.

"Selain itu, hal ini juga dapat disebabkan munculnya beberapa varian COVID-19 baru yang telah masuk ke Indonesia diperparah dengan mobilitas yang tinggi. Kondisi-kondisi ini menyebabkan dampak periode libur terlihat hingga minggu ke-6 dan kemungkinan masih akan terlihat hingga minggu ke-8," lanjutnya.

Dia mencatat ada 3 provinsi yang disebut berkontribusi dalam melonjaknya COVID di Indonesia.

"Jika dilihat lebih dalam pada tingkat provinsi, tiga provinsi, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah, disusul Jawa Timur, sama-sama berkontribusi besar pada kenaikan kasus baik pada puncak pertama maupun puncak kedua," kata Wiku.

Namun bagaimana fakta dan data terkait gelombang kedua Corona di Indonesia?

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Saksikan video 'Jokowi Ungkap Biang Kerok Kasus Corona RI Naik Dua Kali Lipat':

[Gambas:Video 20detik]