Bocah Tewas Digigit Anjing, Ratusan Peliharaan Warga di Medan Divaksin Rabies

Datuk Haris Molana - detikNews
Senin, 28 Jun 2021 14:53 WIB
Peliharaan Warga di Medan Divaksin Rabies Imbas Bocah Tewas Digigit Anjing
Peliharaan Warga di Medan Divaksin Rabies Imbas Bocah Tewas Digigit Anjing (Dok. Istimewa)
Medan -

Seorang bocah berinisial RA (10) tewas setelah digigit anjing milik tetangganya di Medan, Sumatera Utara (Sumut). Pascakejadian itu, ratusan hewan peliharaan warga pun divaksinasi rabies.

Kegiatan itu dilakukan oleh pihak Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan, bekerja sama dengan Dinas Peternakan dan Perikanan Kota Medan. Ada ratusan hewan peliharaan warga yang divaksinasi.

"Tadi kita lakukan vaksin rabies terhadap hewan peliharaan. Ada hewan jenis anjing dan kucing," kata Lurah Kelurahan Mangga Wandro Malau dimintai konfirmasi, Senin (28/6/2021).

Dia menyebutkan vaksinasi ini telah dilakukan selama dua kali. Vaksin ini digelar, selain setelah terjadi salah seorang bocah tewas digigit anjing, untuk menargetkan di kelurahan tersebut nol rabies.

"Minggu sebelumnya 100 hewan yang divaksin. Hari ini 110 hewan. Dan rencana minggu depan bakal dilakukan lagi. Target kita Kelurahan Mangga nol rabies," sebut Wandro.

Bocah di Medan Tewas Digigit Anjing

RA (10) di Medan Tuntungan tewas setelah digigit anjing tetangganya. Kemudian, keluarga RA melaporkan kejadian tersebut ke pihak Kepolisian.

Lalu, orang tua RA menceritakan soal anaknya tersebut. Dia bercerita susahnya mencari obat untuk anaknya di Medan, Sumatera Utara (Sumut). Dia mengaku harus mengelilingi rumah sakit di Medan untuk mencari obat.

"Jumat (11/6) kita pergi ke Rumah Sakit Adam Malik untuk mencari vaksin itu, ternyata di sana kosong. Rumah Sakit Adam Malik menunjukkan coba mencari ke klinik Bestari ke Petisah, ternyata di sana juga kosong," ucap ibu RA, Lili, kepada wartawan, Rabu (16/6/2021).

Tidak hanya di dua tempat itu, Lili mengatakan dirinya juga mencari ke sejumlah rumah sakit lain di Kota Medan. Namun obat yang dicari tidak juga ditemukan.

"Dari sana kita disuruh cari lagi ke klinik lain mana tahu ada, kita cari, dan ternyata di semua klinik tidak ada," ucap Lili.

Lili kemudian melanjutkan pencarian obat pada Sabtu (12/6). Dia kembali mencari obat ke klinik yang ada di dekat rumahnya, tapi obat tersebut tidak juga ditemukan. Begitu pula di apotek.

"Kita cari ke semua apotek ternyata kosong, cuma ada satu apotek (yang menyediakan obat), yaitu Kimia Farma. Kita beli udah dua kali," tuturnya.

Setelah diberi suntikan obat, Lili mengatakan anaknya tidak juga sembuh. Anaknya sempat mengeluarkan liur dan lumpuh sebelum meninggal.

"Hari Sabtu panasnya naik-turun, terus dia mulai menunjukkan, menjulurkan lidahnya, sudah seperti anjing gitu. Kepanasan, tidur aja, nggak mau makan, asal makan muntah, liurnya keluar, jalan pun udah nggak bisa, seperti lumpuh," jelasnya.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Wali Kota Medan Geram Puskesmas Tak Miliki Vaksin Rabies

Wali Kota Medan Bobby Nasution menanggapi soal anak digigit anjing tersebut. Bobby berjanji bakal menyediakan vaksin tersebut ke depan.

Hal tersebut disampaikan Bobby usai mengecek lumpur penyumbat parit di Kecamatan Medan Sunggal, Rabu (16/6/2021). Bobby awalnya menyoroti soal masalah pelayanan kesehatan di Kota Medan. Bobby menyebut selama ini obat yang disediakan kebanyakan asal beli.

"Ini yang saya sampaikan juga, kita di Kota Medan masalah kesehatan, yang di punya kita sendiri, di rumah sakit kita sendiri, Puskesmas kita sendiri, ini kalau belanja obat-obatan dan segala macam harus dilihat juga jangan asal belanja, yang nggak jelas-nggak jelas," sebut Bobby.

Bobby menuturkan, karena masyarakat asal beli, obat-obatan tersebut terpaksa dimusnahkan. Hal itu, disebut Bobby, sangat mubazir.

"Ini mungkin nanti beberapa waktu ke depan seperti obat obatan itu, janganlah yang nggak perlu akhirnya ini ada pemusnahan obat-obatan, yang sudah kita beli tidak terpakai dan ini mau dimusnahkan dalam waktu dekat, inikan mubazir ya," ujar Bobby.

Bobby menilai seharusnya obat seperti vaksin rabies ini disediakan. Puskesmas diminta harus jeli dalam menyediakan obat-obatan.

"Nah ini contoh tadi kami bilang vaksin untuk rabies harusnya bisa disediakan apalagi di puskesmas yang kita tahu di wilayah kita sudah jelas ya ada yang mungkin di mana letak yang kira-kira banyak yang ada pemeliharaan anjing atau anjing liar dan segala macam. Nah ini haruslah puskesmasnya jeli melihat itu. Jadi masyarakat nggak bingung lagi mencari di mana," ucap Bobby.

Akibat peristiwa ini, Bobby bakal mempelajari soal suntik rabies untuk hewan peliharaan warga. Dia bakal berkolaborasi dengan dokter hewan serta unsur lainnya untuk menentukan perlu-tidaknya suntik rabies kepada hewan peliharaan warga.

"Nah ini nanti coba kita lihat, nanti akan saya pelajari lagi, bila perlu kita adakan, biasanya ada juga ya suntik rabies untuk hewan-hewan peliharaan yang dimiliki masyarakat. Nanti coba kita komunikasikan sama dokter-dokter hewan dan petshop dan segala macam. Kita bisa kerja sama untuk suntik rabies pada hewan-hewan peliharaan," ujar Bobby.

(maa/maa)