Golkar Usul Wakil Panglima TNI Harus Perwira Bintang 4 Matra AU

Eva Safitri - detikNews
Jumat, 25 Jun 2021 14:37 WIB
Bobby Adhityo Rizaldi
Bobby Adhityo Rizaldi (Foto: dok. pribadi)
Jakarta -

Anggota Komisi I DPR Fraksi Golkar Bobby Adhityo Rizaldi menyambut baik adanya posisi Wakil Panglima TNI. Bobby menilai sebaiknya posisi tersebut diisi perwira bintang empat.

"Karena jabatan Wakil Panglima itu harus perwira bintang empat, oleh karenanya ini bisa menjadi opsi subjektif untuk persiapan bergiliran matra menjadi Panglima TNI dari tahun 2021 sampai 2024. Semua kepala staf memiliki kapasitas baik kompetensi maupun administratif untuk menjadi Wakil Panglima sesuai Perpres 66/2019 ini. Jabatan yang baru sekali diisi oleh Fachrul Razi 20 tahun yang lalu, tanpa menjadi KSAD," kata Bobby kepada wartawan, Jumat (25/6/2021).

Dia juga mengusulkan sebaiknya posisi Wakil Panglima TNI diisi dari matra Angkatan Udara. Sehingga saat pergantian Panglima TNI pada 2023 nanti, matra dari udara dapat menjadi pengganti sesuai giliran.

"Yang cocok adalah dari Udara, sehingga semua matra bisa bergiliran menjadi Panglima TNI, dimulai dari AD tahun 2021, AL tahun 2022, dan AU tahun 2023 mengawal pemilu dan pilpres seperti tahun 2019 (AU) juga. Tapi ini semua adalah hak prerogatif Presiden selaku pemegang kuasa tertinggi angkatan bersenjata sesuai Pasal 10 UUD 1945," ujarnya.

"Sebagai salah satu subjektivitas pertimbangan bergiliran, agar dari matra AU ada lifting di bawah KSAU sekarang yang akan pensiun 2023, dan Panglima TNI dari AU yang akan mengawal Pileg/Pilpres 2024. Karena baru di masa Presiden Jokowi, panglima matra non-AD dalam perhelatan pileg/pilpres seperti 2019," lanjut Bobby.

Dia mengatakan hal itu bisa menjadi roadmap untuk menyesuaikan giliran sesuai dengan undang-undang.

"Wapang itu bisa dari matra mana saja, tapi bila mempertimbangkan tahun 2024 Panglima TNI-nya dari AU, dan juga prinsip bergiliran sesuai UU, ini bisa menjadi roadmap. Karena KSAU sekarang akan pensiun 2023, bersama KSAL sekarang, dan matra AL lebih berpeluang menjadi panglima sebelum 2023," ujarnya.

Istana Umumkan Perihal Wakil Panglima TNI Pekan Depan

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin mengatakan bahwa keputusan mengenai ada atau tidaknya Wakil Panglima TNI akan ditentukan pekan depan. Namun Ngabalin tidak menjelaskan tanggal pengumuman itu.

"Dalam hal penetapan Wakil Panglima TNI memang sampai saat ini kami dari Kantor Staf Presiden belum mendapatkan informasi dan jadwal yang pasti," kata Ngabalin dalam akun YouTube resminya, Serbet Ngabalin, seperti dilihat detikcom, Kamis (24/6/2021).

Ngabalin telah mengizinkan pernyataannya itu dikutip. Dia menjelaskan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) memiliki dua pertimbangan mengenai Wakil Panglima TNI itu.

"Tetapi saya penuh keyakinan seperti biasa bahwa Bapak Presiden dalam menetapkan pimpinan TNI maupun Polri selalu pada dua pertimbangan. Pertimbangan pertama adalah pertimbangan profesionalisme, jenjang karier, dan lain-lain," kata dia.

"Dan yang kedua adalah seberapa jauh kebutuhan organisasi dan tentu Bapak Presiden memiliki kompetensi berdasarkan ketentuan UUD 1945 beliau memiliki hak prerogatif untuk mengangkat dan menetapkan, menunjuk," sambungnya.

Tonton juga Video: Soal Jatah Matra untuk Posisi Panglima TNI, Ini Kata Pimpinan DPR

[Gambas:Video 20detik]



(eva/gbr)