Gubsu Edy Minta Maaf PPDB Sumut Bermasalah, Janji Perbaiki Sistem

Ahmad Arfah Fansuri Lubis - detikNews
Selasa, 22 Jun 2021 16:11 WIB
Gubsu Edy Rahmayadi di rumdin Gubsu (Ahmad Arfah-detikcom)
Gubsu Edy Rahmayadi di rumah dinas Gubsu. (Ahmad Arfah/detikcom)
Medan -

Penerimaan peserta didik baru Sumatera Utara atau PPDB Sumut bermasalah hingga diprotes oleh orang tua calon murid. Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi meminta maaf terkait masalah PPDB Sumut.

"Jadi memang setiap tahun dan bukan hanya untuk Sumut. Untuk itu, saya minta maaf juga kepada masyarakat semuanya," kata Edy di Medan, Selasa (22/6/2021).

Edy berjanji akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan PPDB Sumut 2021. Dia berjanji sistem PPDB Sumut bakal diperbaiki agar tak ada lagi pihak yang merasa dirugikan.

"Jadi kita evaluasi. Masalah menggunakan IT yang perlu semua orang memahami tentang itu, kalau itu yang jadi persoalan nanti ke depan harus ada perbaikan, ucapnya.

Dia mengatakan permasalahan dalam PPDB Sumut tidak terjadi saat pendaftaran. Menurutnya, yang banyak diprotes adalah sistem penilaian dalam PPDB Sumut sehingga ada siswa tak lulus, padahal orang tuanya merasa nilai anaknya lebih tinggi dari yang lulus.

"Yang paling ribet itu kalau anak kita tidak lulus. Itu yang menjadikan kita ribet. Tapi dia harus objektif, sekolah ini harus objektif, tak ada main-main di situ," jelasnya.

Sebelumnya, PPDB di Sumut menjadi sorotan karena berbagai masalah yang terjadi. Masalah pertama terjadi saat proses pendaftaran calon siswa.

Permasalahan sistem juga terjadi saat proses pengumuman hasil PPDB. Ombudsman menemukan berbagai kendala akibat server yang rusak.

Kerusakan server ini membuat pengumuman hasil PPDB Sumut tertunda. Akibat penundaan ini sejumlah orang tua mendatangi kantor Dinas Pendidikan Sumut untuk melakukan protes.

"Mulai Jumat, Sabtu, Senin hingga Selasa, nggak jelas. Kalau kemarin nggak tahu apanya, nggak tahu cara-caranya. Datang lagi semalam, dibilangnya semalam itu nilainya, programmer dipanggil rupanya tadi programmer-nya sakit," kata salah satu orang tua siswa, Ida Pasaribu, di kantor Disdik Sumut, Medan.

(haf/haf)