Legislator Senayan Dapil Jakarta Desak Anies Tarik Rem Darurat Corona!

Dwi Andayani - detikNews
Senin, 21 Jun 2021 12:56 WIB
Sejumlah tenaga medis mengantar pasien COVID-19 dengan ambulans di kawasan Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Rabu (2/6).
Ilustrasi ambulans mengantar pasien Corona. (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diminta menarik rem darurat karena terjadi lonjakan COVID-19. Lonjakan Corona saat ini dinilai merupakan kondisi terparah selama pandemi di DKI.

"Sudah waktunya rem darurat. Sangat perlu rem darurat, saya pikir ini salah satu situasi terparah selama pandemi di Jakarta," ujar anggota DPR RI Fraksi Gerindra dapil DKI Jakarta I, Habiburokhman, saat dihubungi, Senin (21/6/2021).

Habiburokhman mengatakan kondisi kasus positif Corona di dapilnya sudah sangat mengkhawatirkan. Dia mengatakan saat ini protokol harus terus diperketat.

"Di dapil saya Jakarta Timur semua kecamatan rata-rata nambah 100 tiap hari, ini sangat mengkhawatirkan. Protokol kesehatan harus diperketat," kata Habiburokhman.

Tidak hanya memperketat kondisi, menurutnya, bantuan kebutuhan pokok terhadap masyarakat juga perlu dilakukan. Hal ini dinilai agar masyarakat dapat bertahan dan betah di rumah.

Politisi Gerindra HabiburokhmanPolitisi Gerindra Habiburokhman (Foto: detikcom)

"Di sisi lain kita juga harus maksimal membantu masyarakat kecil yang kesulitan memenuhi kebutuhan pokok jika mereka WFH. Mulai minggu ini saya kembali aktif keliling Jakarta Timur membagikan bahan pokok untuk mereka yang tidak mampu. Saya harap dengan demikian mereka bisa betah tinggal di rumah," ujarnya.

PSBB atau Rem Darurat Corona

Senada dengan Habiburokhman, anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Dapil DKI Jakarta I Putra Nababan juga meminta Anies tak ragu melakukan pembatasan. Menurutnya, Anies perlu memikirkan darurat kesehatan Corona dibanding dampak ekonomi.

"Jangan ragu, ini udah kasatmata sekali ada terang benderang depan mata bahayanya jelas kok. Justru dengan melakukan tegas sekarang kita berharap dampak ekonomi yang ada kaitan dengan pendidikan, ekonomi kreatif, itu justru akan membaik," kata Putra Nababan saat dihubungi terpisah.

Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Putra Nababan.Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Putra Nababan. (Foto: Dok. instagram @putranababan74)

"Kita harus mengambil kebijakan, terutama pemda DKI dan pemerintah pusat, harus menyadari bahwa saat ini kan yang urgent itu darurat kesehatan, baru setelah itu dampaknya ekonomi," katanya.

Dia juga menilai meningkatnya angka Corona merupakan salah satu dampak keragu-raguan pemerintah dalam menerapkan aturan. Jadi, menurutnya, rem darurat atau PSBB ketat perlu dilakukan.

"Menurut saya, ini turunan dari keraguan-raguan pemerintah. Jadi kalau menurut saya apakah itu bentuknya tarik rem tangan saya nggak ngerti penjabarannya seperti apa, atau PSBB berskala besar dan ketat itu kalau menurut saya laksanakan, karena menurut saya yang paling penting pertama setop dulu aja, percuma menjaga pertumbuhan ekonomi tapi kena virus Corona itu berkurang tapi bertambah," ujar Putra.

(dwia/gbr)