Wilayah Zona Merah di Jawa Barat Berdasarkan Data 13 Juni

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 17 Jun 2021 11:59 WIB
Zona Merah Corona Jawa Barat Ada Di Mana Saja? Ini Sebarannya
Zona Merah Corona Jawa Barat Ada Di Mana Saja? Ini Sebarannya/ilustrasi (Foto: Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Sejumlah wilayah jadi zona merah Corona di Jawa Barat. Ada dua kabupaten di Jawa Barat yang masuk, yaitu Kabupaten Bandung dan Bandung Barat.

Menurut data yang dipublikasikan di situs covid19.go.id, Rabu lalu (16/6), penambahan kasus baru terbanyak datang dari Provinsi Jawa Barat. Provinsi Jawa Barat mencatatkan penambahan sebanyak 2.599 kasus, kemudian diikuti DKI Jakarta dengan 2.376 kasus dan Jawa Tengah 1.251 kasus. Sementara itu, di Jawa Barat sebaran pasien sembuh sebanyak 1.511 orang.

Zona Merah di Indonesia

Mengutip dari website resmi Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, per data 13 Juni 2021, terdapat 29 kota atau kabupaten yang masih termasuk zona merah COVID-19 termasuk di Jawa Barat.

Sementara itu, untuk zona oranye ada 339 kota atau kabupaten, zona kuning ada 121 kota atau kabupaten, zona tanpa kasus ada 24 kota atau kabupaten, dan zona tak terdampak COVID-19 1 kota atau kabupaten.

Ada 29 wilayah yang masuk zona merah COVID-19, yakni:

1. Sumatera Selatan: Muara Enim
2. Sumatera Selatan: Kota Palembang
3. Sumatera Barat: Padang Pariaman
4. Sumatera Barat: Agam
5. Sumatera Barat: Pasaman Barat
6. Sumatera Barat: Kota Bukittinggi
7. Riau: Kota Pekanbaru
8. Riau: Rokan Hulu
9. Lampung: Kota Metro
10. Kepulauan Riau: Bintan

11. Jawa Timur: Bangkalan
12. Jawa Tengah: Wonogiri
13. Jawa Tengah: Kudus
14. Jawa Tengah: Grobogan
15. Jawa Tengah: Tegal
16. Jawa Tengah: Sragen
17. Jawa Tengah: Semarang
18. Jawa Tengah: Jepara
19. Jawa Barat: Bandung
20. Jawa Barat: Bandung Barat

21. Jambi: Tanjung Jabung Barat
22. Jambi: Kota Jambi
23. Jambi: Muaro Jambi
24. Daerah Istimewa Yogyakarta: Sleman
25. Daerah Istimewa Yogyakarta: Bantul
26. Bengkulu: Kota Bengkulu
27. Aceh: Pidie
28. Aceh: Kota Banda Aceh
29. Aceh: Aceh Tengah

Bandung Raya Siaga Satu

Gubernur Ridwan Kamil menyatakan Bandung Raya siaga satu. Tingkat keterisian rumah sakit di Bandung Raya juga sudah di atas angka WHO.

"Wilayah Bandung raya kami nyatakan sedang siaga satu Covid," ujar Kang Emil sapaannya di Makodam III Siliwangi, Jalan Aceh, Kota Bandung, Selasa (15/6/2021).

Ada Larangan Wisata Ke Bandung

Usai terdapat dua wilayah masuk zona merah di Jawa Barat, Ridwan Kamil mengeluarkan larangan wisatawan masuk Bandung Raya selama sepekan ke depan.

"Para wisatawan jangan datang dulu ke Bandung Raya karena situasi sedang siaga satu dan kapasitas Bandung Raya rumah sakit sudah di atas 80 persen kalau ada keteledoran tak taat prokes dan ngotot datang nanti membuat situasi lebih tidak terkendali," ujar Kang Emil sapaan Ridwan Kamil.

Setelah satu pekan, evaluasi akan dilakukan.

"Nanti kita evaluasi per 7 hari melalui sebuah hasil yang terukur apakah akan pelonggaran atau sebagainya termasuk work from home itu juga sebagai bagian pengendalian dari situasi keterkendalian ini," kata dia.

Kang Emil menuturkan juga menyiapkan posko penyekatan. Pihaknya sudah mengarahkan ke Polda Jabar untuk posko penyekatan tersebut.

"Sudah, Polda sudah menyiapkan untuk weekend ini penyekatan untuk memastikan tidak banyak orang yang datang ke Bandung Raya yang kegiatannya tersier bukan primer atau sekunder yang penting," katanya.

Aturan untuk Zona Merah Corona Jawa Barat

Pemerintah sudah mengingatkan aturan untuk wilayah zona merah, termasuk zona merah Corona Jawa Barat. Hal itu disampaikan usai PPKM mikro diperpanjang hingga 28 Juni mendatang.

"Kemudian beberapa kegiatan yang terkait PPKM Mikro yang akan diperpanjang tanggal 15 sampai 28 Juni. Ini untuk daerah zona merah work from home-nya 75 persen. Jadi untuk daerah-daerah berbasis PPKM Mikro merah itu kantornya 25 persen," kata Ketua KPC-PEN, Airlangga Hartarto, dalam konferensi pers, Senin (14/6/2021).

Sebanyak 25 persen pekerja lainnya diperbolehkan work from office tapi harus bergantian. Lebih lanjut, untuk ketentuan belajar tatap muka juga diatur. Untuk yang berada di zona merah COVID-19, kegiatan pembelajaran sepenuhnya dilakukan secara online.

"Kemudian kalau kegiatan belajar-mengajar mengikuti apa yang sudah diputuskan oleh kementerian pendidikan namun untuk daerah merah itu kecamatan daerah merah 100 persen daring. Jadi kemarin sudah ada tatap muka terbatas 2 hari 2 jam namun untuk daerah merah ditetapkan mengikuti PPKM Mikro. Jadi kecamatan yang merah itu secara online 2 minggu dan pada periode ini 15-28 Juni sebagian besar sudah libur anak-anak sekolah," ujar dia.

Simak video 'Terawan Klaim Vaksin Nusantara Jadi Solusi Atasi Varian Virus Corona':

[Gambas:Video 20detik]



(izt/imk)