Minta Pemda Gerak, Aktivis Nenda di Danau Sampah Bekas Tambang Cilegon

M Iqbal - detikNews
Selasa, 15 Jun 2021 23:08 WIB
Sejumlah pegiat lingkungan menggelar aksi nenda di area bekas tambang yang dipenuhi sampah. Mereka menuntut danau sampah segera dibersihkan (M Iqbal/detikcom)
Foto: Sejumlah pegiat lingkungan menggelar aksi 'nenda' di area bekas tambang yang dipenuhi sampah. Mereka menuntut 'danau' sampah segera dibersihkan (M Iqbal/detikcom)
Cilegon -

Sejumlah pegiat lingkungan yang tergabung dalam Aliansi Penyelamat Lingkungan Hidup Cilegon menggelar aksi 'nenda' di area bekas tambang yang dipenuhi sampah. Mereka menuntut 'danau' sampah segera dibersihkan.

Pegiat lingkungan itu sudah 2 malam mendirikan tenda dan menginap di lokasi tersebut. Mereka sengaja menggelar aksi tersebut agar pemerintah mengambil tindakan terhadap persoalan sampah di Kota Cilegon.

"Kita itu menuntut Wali Kota Cilegon untuk segera mengakselerasi daripada sebab akibat yang terjadi di pembuangan sampah ini. Jadi, selama seminggu kita akan nginep di sini, kalaupun Wali Kota sudah setuju dengan tuntutan kita sebagai aliansi kita apresiasi Wali Kota Cilegon ketika hadir di sini," kata Sekretaris Koordinator Aliansi Penyelamat Lingkungan Hidup Cilegon, Syaihul Ihsan, Selasa (15/6/2021).

Dia mengatakan jika Walkot Cilegon tak datang, mereka akan aksi di depan Pemkot Cilegon.

Mereka menuntut agar sampah segera diangkat dari lubang bekas tambang tersebut. Bila perlu, kata Syaihul, pembuang sampah dipidana jika memang terbukti melanggar peraturan.

"Selain itu, ini sebagai atensi kepada stakeholder bahwa di Cilegon itu harus komitmen dalam persoalan sampah dan menegakkan perda, perwal, sehingga memang masyarakat diajarkan secara nyata dan masyarakat juga aktif dan mendukung ketika program pemerintah itu baik dan kemudian oknum yang sengaja membuang sampah di sini untuk segera ditangkap," kata dia.

Selama 2 hari mendirikan tenda, para pegiat lingkungan itu memunguti sampah di pinggir-pinggir lubang. Mereka keterbatasan alat untuk mengambil sampah yang ada di 'danau' sampah.

"Sudah 2 hari menginap. Di sini kita ngambilin sampah yang di pinggir-pinggir saja karena keterbatasan alat juga dan sebagai upaya untuk melestarikan lingkungan," ujarnya.

Selama mendirikan tenda, mereka tak menemukan lagi adanya orang yang membuang sampah di lubang bekas tambang tersebut. Area bekas galian C juga sudah dipagari untuk menghindari sampah dibuang kembali di lokasi tersebut.

"Oh enggak, karena memang setelah ramai itu ini dipagar dan tidak ada aktifitas buang sampah di sini tapi belum diambilin oleh pihak terkait. Makanya itu kita sehari hari kita ngambilin sampah di sini," katanya.

Heboh 'Danau' Sampah

Lubang bekas tambang di Cilegon, Banten, direklamasi menggunakan sampah. Sampah diduga berasal dari mobil pikap yang biasa mengangkut sampah warga.

Lokasi bekas galian C itu berada di Kalitimbang, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, tepatnya di belakang SPBU JLS Km 2 arah Anyer. Bekas tambang tersebut pun tampak seperti 'danau' sampah.

Camat Cibeber Noviyogi mengatakan pihaknya baru mengetahui setelah ramai di media sosial dan diprotes pemilik lahan. Staf kecamatan yang mengecek ke lokasi menemukan sampah lautan sampah itu memenuhi area bekas galian C.

"Jadi, dari hasil pengecekan staf saya ke sana, terjadi penumpukan sampah itu lebih cenderung bukan dari warga masyarakat, tapi dari kendaraan," kata Noviyogi kepada wartawan, Selasa (8/6)

Dia menduga pengangkut sampah warga itu membuang ke bekas tambang lantaran tak mau bayar retribusi untuk membuang sampah ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Bagendung.

Pihak kecamatan mengaku sudah menutup akses masuk ke bekas tambang tersebut. Pihaknya saat ini masih menelusuri siapa yang membuang sampah ke lokasi tersebut.

Noviyogi mengatakan lahan bekas galian C tersebut merupakan lahan milik perseorangan. Lahan itu dibiarkan setelah ditambang.

(jbr/jbr)