Heboh Lubang Bekas Tambang di Cilegon Jadi 'Danau' Sampah

M Iqbal - detikNews
Selasa, 08 Jun 2021 16:47 WIB
Bekas tambang di Cilegon, Banten, direklamasi menggunakan sampah (M Iqbal/detikcom)
Bekas tambang di Cilegon, Banten, direklamasi menggunakan sampah. (M Iqbal/detikcom)
Cilegon -

Lubang bekas tambang di Cilegon, Banten, direklamasi menggunakan sampah. Sampah diduga berasal dari mobil pikap yang biasa mengangkut sampah warga.

Lokasi bekas galian C itu berada di Kalitimbang, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, tepatnya di belakang SPBU JLS Km 2 arah Anyer. Bekas tambang tersebut pun tampak seperti 'danau' sampah.

Camat Cibeber Noviyogi mengatakan pihaknya baru mengetahui setelah ramai di media sosial dan diprotes pemilik lahan. Staf kecamatan yang mengecek ke lokasi menemukan sampah lautan sampah itu memenuhi area bekas galian C.

"Jadi, dari hasil pengecekan staf saya ke sana, terjadi penumpukan sampah itu lebih cenderung bukan dari warga masyarakat, tapi dari kendaraan," kata Noviyogi kepada wartawan, Selasa (8/6/2021).

Bekas tambang di Cilegon, Banten, direklamasi menggunakan sampah (M Iqbal/detikcom)Diduga pengangkut sampah warga itu membuang ke bekas tambang lantaran tak mau bayar retribusi untuk membuang sampah ke tempat pembuangan sampah akhir (TPA) Bagendung. (M Iqbal/detikcom)

Dia menduga pengangkut sampah warga itu membuang ke bekas tambang lantaran tak mau bayar retribusi untuk membuang sampah ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Bagendung.

"Jadi mungkin mereka tidak mau bayar retribusi ke pemerintah daerah, buangnya ke situ, karena memang dari sampahnya dan ada yang sering melihat keluar-masuk mobil sampah. Katanya yang mobil pikap kecil," ujarnya.

Pihak kecamatan mengaku sudah menutup akses masuk ke bekas tambang tersebut. Pihaknya saat ini masih menelusuri siapa yang membuang sampah ke lokasi tersebut.

"Sudah kita tutup jalannya. Jadi insyaallah ke depannya nggak ada lagi (yang buang sampah)," kata dia.

Noviyogi mengatakan lahan bekas galian C tersebut merupakan lahan milik perseorangan. Lahan itu dibiarkan setelah ditambang.

"Jadi memang itu lahan pribadi. Kalau kita sih berharap permohonan dari pihak pribadi dulu, mau diangkat sampahnya atau bagaimana, karena memang itu tidak bisa pakai tangan kosong, itu harus pakai alat berat," ujarnya.

Tonton juga Video: Warga Tutup Akses TPA Binuang Polewali Mandar

[Gambas:Video 20detik]




(jbr/jbr)