Polisi Klarifikasi Video Lama yang Viral Disebut Pungli di Pelabuhan Priok

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Senin, 14 Jun 2021 15:02 WIB
Jakarta -

Sejumlah video yang memperlihatkan praktik pungli di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, beredar viral di media sosial. Dalam video tersebut terlihat operator crane menurunkan kresek yang kemudian diisi uang oleh sopir kontainer.

Polres Pelabuhan Tanjung Priok mengklarifikasi jika video tersebut adalah video lama. Video tersebut kembali beredar menyusul penangkapan sejumlah operator terkait pungli di kawasan Jakarta International Container Terminal (JICT) Pelabuhan Tanjung Priok.

"Itu adalah video tahun 2017 yang diviralkan kembali tahun 2018, lalu tahun 2020 hingga 2021 diviralkan kembali yakni, video 'Modus Pungutan Liar di Kawasan Pelabuhan Tanjung Priok'," ujar Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Putu Kholis Aryana kepada wartawan di kantornya, Jakarta Utara, Senin (14/6/2021).

Putu Kholis menegaskan kembali bahwa video aksi pungli itu memang betul adanya. Hanya saja, yang beredar adalah video lama.

"Video tersebut adalah modus lama bagaimana pungli dilakukan dengan meletakkan plastik dan kemudian plastik tersebut diisi dengan uang dan ditarik untuk dilihat oleh operator crane," jelasnya.

Video Pecah Kaca

Selain video terkait pungli, Polres Pelabuhan Tanjung Priok juga mengklarifikasi terkait video viral yang memperlihatkan sebuah truk dengan konisi kaca pecah. Video itu dinarasikan bahwa kaca truk tersebut pecah akibat aksi premanisme.

"Soal video kaca mobil truk pecah telah kami dalami, bersama-sama Polres Jakarta Utara kebetulan tempat TKP-nya ada di wilayah hukum Polres Jakarta Utara, pemberitaan tersebut tidak benar," ujar Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Putu Kholis Aryana saat konferensi pers, Senin (14/5/2021).

Video tersebut diketahui bukan dikarenakan adanya ancaman dari para preman kepada pengemudi truk. Melainkan, karena adanya perselisihan antar pengemudi.

"Kaca pecah akibat dari perselisihan antar-sesama pengemudi truk," ungkap Putu Kholis.

Disebar oleh Sopir

Putu melanjutkan, video tersebut disebarkan oleh sopir truk. Polisi kemudian meminta klarifikasi sopir truk yang menyebarkan narasi hoax terkait video tersebut.

"Kita tidak menangkap, kita hanya minta klarifikasi dan yang bersangkutan telah meminta maaf," kata Putu.

Putu mengatakan, sopir tersebut telah dikembalikan setelah memberikan klarifikasi dan meminta maaf atas video hoax yang dia sebar. Sopir tersebut juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya kembali.

(mea/mea)