Asosiasi Pengusaha Hiburan soal Wacana PPN Naik: Kami Hanya Bisa Menangis

Matius Alfons - detikNews
Sabtu, 12 Jun 2021 09:24 WIB
Ketua Asphija Hana Suryani
Ketua Asphija Hana Suryani (Eva Safitri/detikcom)

Hana berharap pemerintah memikirkan kembali wacana memberlakukan pajak terhadap pendidikan hingga sembako. Dia menyebut saat ini para pekerja hiburan tengah berupaya untuk bangkit kembali di situasi saat ini.

"Jadi kami berharap pemerintah untuk berpikir ulang lagi, berpikir lagi di tengah penderitaan kami sebagai rakyat ini, di tengah kehidupan kami yang sekarang kami sedang mencoba kembali, dan kalau khusus hiburan belum ada di Jakarta belum ada harapan," ujarnya.

Sebelumnya, dalam draf RUU Revisi UU No 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan yang diterima oleh detikcom, Kamis (10/6/2021), disebutkan rencana pemungutan PPN dalam jasa pendidikan tertuang dalam Pasal 4A.

Pasal tersebut menghapus jasa pendidikan sebagai jasa yang tidak dikenai PPN. Begitu juga sembako alias sembilan bahan pokok yang dihapus dalam pasal tersebut.

Begini bunyi pasalnya:

(Draf RUU)

(3) Jenis jasa yang tidak dikenai Pajak Pertambahan Nilai yakni jasa tertentu dalam kelompok jasa sebagai berikut:
a. dihapus;
b. dihapus;
c. dihapus;
d. dihapus;
e. dihapus;
f. jasa keagamaan, meliputi jasa yang diberikan oleh penceramah agama atau pengkhotbah dan kegiatan pelayanan ibadah keagamaan yang diselenggarakan rumah ibadah;
g. dihapus;


(maa/aud)