detikcom Do Your Magic

Jembatan Bambu Reyot Jakbar Berumur 10 Tahun, Warga Harapkan Perbaikan

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Selasa, 08 Jun 2021 16:17 WIB
Jakarta -

Jembatan bambu di Jakarta Barat ini menjadi andalan warga setempat untuk menyeberangi kali. Namun kondisinya sudah reyot. Warga berharap Pemprov DKI memperbaiki jembatan ini segera.

Jembatan penyeberangan orang (JPO) ini ada di Jl Swadaya, melintang di atas Kali Sekretaris antara Kampung Rawa Barat dan Kampung Rawa Timur, Kelurahan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, termasuk menyambungkan wilayah RT 16 RW 04. Saat ini kondisi jembatan mengkhawatirkan.

Ketua RT setempat, Haerudin, mengungkapkan, dia sudah mengajukan perbaikan jembatan penyeberangan orang (JPO) ini, namun sampai saat ini belum juga diperbaiki.

"Sebenarnya itu udah pernah kita ajuin, cuma sampai sekarang belum ada realisasi. Saya udah dua kali ajukan ke Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) Kelurahan, barengan sama perbaikan jalan sama tanggul," kata Haerudin kepada detikcom, Selasa (8/6/2021).

Dia ingat betul, ada anggota DPRD DKI Jakarta meninjau kampungnya. Dia meminta agar aspirasi warga kampung soal jembatan itu juga ditindaklanjuti. Dia mendapatkan informasi, perbaikan akan dilakukan pada April. Namun ini sudah bulan Juni.

"Kalau katanya kemarin itu bulan April saat puasa, tapi sampai sekarang belum ada. Kalau masyarakat sih menunggu realisasinya, bisa diperbaiki," lanjutnya.

Jembatan penyeberangan orang (JPO) bambu reyot di Kampung Rawa Barat dan Kamung Rawa Timur, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, 8 Juni 2021. (Rakha Ariyanto Darmawan/detikcom)Jembatan penyeberangan orang (JPO) bambu reyot di Kampung Rawa Barat dan Kampung Rawa Timur, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, 8 Juni 2021. (Rakha Ariyanto Darmawan/detikcom)

Diketahui jembatan tersebut sudah berumur 10 tahun dan terakhir kali pada 2019. Jembatan bambu tersebut menjadi penghubung antarkampung, yakni Kampung Rawa Barat dan Kampung Rawa Timur, sehingga sering digunakan sebagai jalur perlintasan.

Namun saat ini kondisinya sangat memprihatinkan. Hanya ada jembatan bambu yang diikat dengan kawat besi tanpa ada pagar dan pegangan di sisi jembatan. Bahkan, saat malam hari, jembatan ini minim penerangan.

Selanjutnya, warga berharap jembatan bambu diganti jembatan permanen yang kokoh dan aman.