Siswa Abai Prokes di Sulbar Disanksi Baca Pancasila, Ternyata Tak Hafal

Abdy Febriadi - detikNews
Senin, 07 Jun 2021 20:50 WIB
Polewali Mandar -

Sejumlah siswa di Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Sulbar), terkena razia Tim Satgas COVID-19. Para siswa yang abai protokol kesehatan (prokes) pun diberi sanksi oleh Satgas COVID-19.

Para siswa terjaring razia karena tidak menggunakan masker. Siswa yang terjaring razia langsung diberi sanksi sosial, di antaranya membaca Pancasila.

Sayang, dari siswa yang terjaring, beberapa di antaranya tidak mampu menghafal Pancasila. Di antara mereka juga ada yang tidak mampu menyebut lima dari enam kabupaten di Provinsi Sulbar.

"Tadi kami temukan kerumunan siswa di luar sekolah, tidak memakai masker. Kami berikan sanksi sosial kepada mereka, sanksi kecil seperti menghafal Pancasila. Namun ada beberapa siswa yang tidak menghafal Pancasila itu," kata anggota Satgas COVID-19 Kecamatan Wonomulyo, Yudi, kepada wartawan, Senin (7/6/2021).

"Kami berharap pihak sekolah atau guru, untuk meninjau kembali siswanya, agar dapat menanamkan rasa nasionalisme dengan cara menghafal Pancasila dan sebagainya," sambung Yudi.

Sebelumnya, Tim Satgas COVID-19 juga memantau sejumlah sekolah di daerah ini, baik yang sedang melaksanakan simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) maupun yang sedang menggelar ujian dengan sistem tatap muka.

Satgas menilai sejumlah sekolah di daerah ini belum siap melaksanakan PTM. Apalagi beberapa sekolah yang didatangi Satgas tampak belum menyiapkan sarana protokol kesehatan sesuai dengan aturan.

"Dari beberapa sekolah yang kita datangi, kami berpendapat bahwa sekolah ini belum siap melakukan tatap muka, karena masih banyak juga yang kami dapati belum adakan alat prokes, seperti alat cuci tangan, sabun, masker," ungkap Yudi.

Bahkan, menurut Yudi, saat PTM berlangsung, ada sejumlah siswa dan guru yang didapati tidak memakai masker.

"Bahkan kami dalam peninjauan, masih ada siswa dan guru yang tidak memakai masker. Kami tinjau ruangan, belum memenuhi standar protokol kesehatan, karena masih banyak meja yang berdempetan jarak belum diatur sebagaimana yang dianjurkan pemerintah," katanya.

Salah satu siswa yang terjaring, Cinta, mengaku tidak memakai masker lantaran ketinggalan di rumah.

"Tidak bawa, lupa. Tadi ada masker, tapi tidak dibawa, tadi mau dibawa tapi luka," kata Cinta malu-malu.

Sementara itu, Kepala SMP Muhammadiyah Wonomulyo mengaku pihaknya telah membagikan masker gratis kepada setiap siswa. Namun tidak sedikit siswa yang diketahui abai, menghilangkan masker yang telah dibagikan secara gratis.

"Kita sudah bagikan semua, tapi hilang lagi, sekolah sudah siapkan masker secara gratis tapi hilang lagi," katanya.

Tim Satgas COVID-19 mengaku akan meningkatkan pengawasan PTM demi mengantisipasi penularan virus Corona. Satgas akan memberikan teguran keras kepada pengelola sekolah jika masih didapati mengabaikan protokol kesehatan.

(jbr/jbr)