detikcom Do Your Magic

Cegah Parkir Liar, Pemkot Jakpus Akan Pasang Barier di Trotoar Rawasari

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Senin, 07 Jun 2021 20:02 WIB
Mobil parkir di trotoar depan Halte TransJakarta Kayu Putih Rawasari, Jakarta Pusat saat malam hari.
Foto suasana trotoar yang diinvasi parkir liar. (Rakha Arlyanto Darmawan/detikcom)
Jakarta -

Pemerintah Kota Jakarta Pusat (Pemkot Jakpus) berpikir cara membebaskan trotoar di seberang Halte Kayu Putih, Rawasari dari parkir liar. Untuk sementara ini, Pemkot Jakpus akan memasang barier plastik oranye.

Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi menerangkan pemasangan barrier itu untuk menghalau dan menjadi pembatas sementara agar mobil dan motor tidak parkir di trotoar. Pemasangan barier ini direncanakan esok hari.

"Itu dari dinas besok mau disurvei dorong pembatas trotoar ke Pak Kadis Bina Marga, tapi sementara mau dipasang barier dulu," Irwandi melalui pesan singkat kepada wartawan, Senin (7/6/2021).

Parkir liar di trotoar seberang Halte Kayu Putih Rawasari menghambat langkah pedestrian (pejalan kaki). Pedestrian geram karena parkir liar itu menyebabkan trotoar menyempit.

"Kesel sih, soalnya itu kan buat pejalan kaki ya, jadinya sempit gitu kalau mau jalan," kata salah satu pejalan kaki, Aulia (24), kepada wartawan di JPO Halte Kayu Putih Rawasari, Jl Jenderal Ahmad Yani, Jakarta Pusat, Senin (7/6).

Aulia menyayangkan adanya parkir mobil motor di atas trotoar Rawasari. Dia pun meminta Pemprov DKI untuk menerjukan petugas yang siap berjaga setiap waktu di lokasi.

Petugas Dinas Perhubungan mengecek trotoar depan Halte TransJakarta Kayu Putih Rawasari, Jakarta. Trotoar ini dijadikan parkir liar untuk mobil.Petugas Dinas Perhubungan mengecek trotoar depan Halte TransJakarta Kayu Putih Rawasari, Jakarta. Trotoar ini dijadikan parkir liar untuk mobil. Foto: Andhika Prasetia

Ditemui selanjutnya, pejalan kaki bernama Nurul (22) merasa parkir mobil dan motor di atas trotoar itu sangat mengganggu pejalan kaki. Bahkan, kata Nurul, pejalan kaki kerap kali mengalah dan memilih mundur untuk mencari jalan lain karena parkir itu.

"Ya trotoar itu ganggu banget ya fix. Soalnya kan kalau kita jalan, kalau lagi olahraga ujung-ujungnya kita mundur akhirnya kita nggak pakai kan," tuturnya.

Senada dengan Nurul, Susilo (50), benar-benar merasa terganggu dengan keberadaan parkir liar mobil dan motor di trotoar Rawasari. Dia pun meminta Pemprov DKI tegas menertibkan parkir-parkir liar.

"Sangat mengganggu. Sangat, sangat, sangat mengganggu. Seharusnya pemprov, ada petugas gitu terus dirapikan, nggak kayak gini," ucapnya.

(whn/dnu)