Tak Sempat Rekam, Korban Pelecehan Seks di KRL Belum Lapor Polisi

Danu Damarjati - detikNews
Sabtu, 05 Jun 2021 18:43 WIB
KRL tak akan berhenti di Stasiun Tanah Abang pada pukul 15.00 hingga 19.00 WIB. Kebijakan ini diputuskan imbas kerumunan di Pasar Tanah Abang akhir pekan lalu.
Ilustrasi KRL (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Korban pelecehan seksual di KRL tidak sempat merekam aksi pelaku. Dia tidak punya bukti pelecehan yang menimpa dirinya di dalam gerbong. Itulah sebabnya dia tidak melapor ke polisi.

"Belum ada (niat melapor ke polisi), karena takutnya yang dibutuhkan adalah bukti yang diminta," kata korban kepada detikcom, Sabtu (5/6/2021).

Masalah bukti inilah yang diminta oleh petugas di Stasiun Jatinegara, tempat korban melaporkan pelecehan seksual tersebut, Jumat (4/6) kemarin. Karena tidak ada bukti, petugas di Stasiun sempat menyatakan tidak bisa membantu korban memproses laporan.

"Jangankan polisi, petugas di Stasiun saja bilang mereka tidak bisa bantu memproses karena tidak ada bukti, apalagi ke pihak kepolisian," kata dia.

Dia menyatakan pihak KAI Commuter sudah meneleponnya dan meminta maaf. Dia berencana bertemu kembali dengan petugas di Stasiun Jatinegara untuk memproses kasus ini, Minggu (6/6) besok.

"Saya sudah terima maafnya sih. Cuma kembali lagi melihat respons besok nih. Saya belum tahu respons besok seperti apa. Cuma dari adminnya sudah meminta maaf," kata korban.

Selanjutnya, respons pihak KAI Commuter:

Tonton juga Video: Terekam CCTV! Pria Lecehkan Wanita di Musala Jaktim

[Gambas:Video 20detik]