Pemprov DKI Kaji Pemberlakuan Kembali Ganjil Genap Secara Bertahap

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Rabu, 02 Jun 2021 17:29 WIB
Tiga ruas jalan protokol di Jakarta dibebaskan dari ganjil genap pagi ini. Hal itu dilakukan untuk memudahkan masyarakat yang hendak melayat Almarhum BJ Habibie
Ilustrasi kawasan ganjil-genap di Jakarta (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Polda Metro Jaya mengusulkan Pemprov DKI Jakarta memberlakukan kembali kebijakan ganjil-genap (gage) secara bertahap. Pemprov DKI mulai mengidentifikasi ruas jalan yang bakal kembali menerapkan sistem ganjil-genap yang ditiadakan selama pandemi Corona.

"Memang saya setuju jika kita masuk pada pelonggaran gage, maka yang diambil tidak totally di 25 ruas jalan, tetapi secara bertahap kita identifikasi ruas jalan mana saja yang kemudian benar-benar menjadi destinasi ataupun tujuan pelaku perjalanan secara utuh. Di sana kita lakukan pembatasan," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo dalam diskusi virtual bertajuk 'Pemberlakuan Ganjil Genap', Rabu (2/6/2021).

Syafrin menjelaskan pihaknya telah mengantongi data pelaku perjalanan. Melalui data ini, Pemprov DKI bisa menentukan prioritas penerapan ganjil-genap.

"Untuk mengetahui ini kita sudah memiliki data-data akurat terkait kode masing-masing pelaku perjalanan, sehingga bisa identifikasi prioritas penerapan gage di mana," jelasnya.

Selain itu, Pemprov DKI akan memperkuat layanan angkutan umum. Tujuannya, untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan jumlah penumpang angkutan umum apabila ganjil-genap kembali diterapkan.

"Di sana kami lakukan penguatan untuk layanan angkutan umumnya, jadi apakah di sana dengan TransJakarta, KRL, MRT dan angkutan umum reguler lainnya tentu kita koordinasikan untuk diperkuat," ucapnya.

Sebelumnya, Wadirlantas Polda Metro Jaya AKBP Rusdy Pramana menyebut ganjil-genap dapat mulai diberlakukan di ruas jalan yang kerap timbul kemacetan. Meskipun tak memerinci ruas jalan yang dimaksud, dia menjelaskan mengapa kemacetan lalu lintas di Jakarta harus segera diatasi.

"Pembatasan kendaraan bermotor dengan sistem ganjil-genap diberlakukan secara bertahap. Diprioritaskan pada ruas jalan dengan tingkat kemacetan arus lalu lintas cukup padat dan tentunya sarana dan prasarana angkutan umum yang memadai," kata AKBP Rusdy dalam diskusi virtual bertajuk 'Pemberlakuan Ganjil Genap', Rabu (2/6).

"Kemacetan lalin dapat menyebabkan kelelahan dan emosi, sehingga mengganggu konsentrasi pengemudi pada saat mengemudi," sambungnya.

Lebih lanjut, Rusdy menyampaikan ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan jika sistem ganjil-genap kembali diterapkan. Salah satunya, antisipasi peningkatan jumlah penumpang TransJakarta yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

Selain itu, Rusdy menyoroti pengurangan kapasitas kendaraan di beberapa ruas jalan Ibu Kota. Misalkan, karena adanya jalur sepeda permanen di Jalan Sudirman-Thamrin.

(haf/haf)