Survei SMRC: 65% WNI Setuju Konflik Palestina-Israel karena Dasar Agama

Tim detikcom - detikNews
Senin, 31 Mei 2021 22:48 WIB
Massa Pro Palestina demo di AS tuntut akhiri bantuan ke Israel
Massa pro-Palestina demo di AS tuntut akhiri bantuan ke Israel. (Foto: AP/Jose Luis Magana)
Jakarta -

Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis survei terkait sikap publik terhadap konflik Israel dan Palestina. Hasilnya, sebanyak 65 persen responden menyatakan konflik kedua negara itu disebabkan atas dasar agama.

Survei dilakukan pada 18-21 Mei 2021 dan 25-28 Mei 2021 dengan total sampel 1.201 responden. Sampel dipilih secara acak dari dari koleksi sampel acak survei tatap muka yang telah dilakukan SMRC sebelumnya dengan jumlah proporsional menurut provinsi untuk mewakili pemilih nasional. Margin of error survei diperkirakan sekitar 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

"Sekitar 65% dari warga yang tahu konflik tersebut setuju dengan pendapat bahwa konflik antara Israel dan Palestina dasarnya adalah pertentangan antara orang Yahudi dan orang Islam. Yang tidak setuju 14% dan yang tidak menjawab 22%," demikian keterangan dari survei tersebut, yang diunggah di website resmi SMRC, Senin (31/5/2021).

Jika dirincikan lebih lanjut, warga muslim yang setuju bahwa penyebab konflik Israel-Palestina karena agama ada 67%. Sedangkan non-muslim sebesar 49%.

"Ada 67% dari warga muslim yang setuju dengan pendapat bahwa konflik Israel-Palestina dasarnya adalah pertentangan antara orang Yahudi dan orang Islam. Yang tidak setuju dengan pendapat tersebut 11% dan tidak menjawab 22%," ujarnya.

"Sementara pada warga non-muslim, yang setuju dengan pendapat tersebut sekitar 49%, yang tidak setuju 31% dan tidak menjawab 20%," demikian keterangan lanjutannya.

Lebih lanjut, ada 63% responden yang setuju bahwa peran pemerintah Indonesia sangat besar dalam penyelesaian konflik Israel-Palestina.

"Mayoritas (63%) dari warga yang tahu konflik Israel dan Palestina menilai bahwa pemerintah Indonesia sejauh ini telah berperan besar-sangat besar dalam membantu penyelesaian konflik Israel-Palestina. Yang menilai kecil/sangat kecil 19%, dan yang tidak menjawab 18%," ujarnya.

Hampir sebagian responden berharap pemerintah menyatakan dukungan tegas kepada Palestina. Sedangkan ada sebagian responden meminta pemerintah RI mencari jalan keluar untuk perdamaian dua negara tersebut.

"Dari yang tahu konflik Israel-Palestina, ada sekitar 48% yang berharap pemerintah menyatakan dukungan terhadap Palestina, sedangkan yang mengharapkan pemerintah mendukung Israel hanya 2%. Ada 42% yang berharap pemerintah membantu mencari jalan tengah untuk kedamaian kedua belah, yang tidak menjawab 9%," ucapnya.

(eva/zak)