Palestina Mengakui Kedaulatan Indonesia Pada 1944, Ini Sejarahnya

Tim detikcom - detikNews
Senin, 31 Mei 2021 16:32 WIB
Israel dan Hamas sepakat untuk melakukan gencatan senjata. Meski telah melakukan gencatan senjata, aksi bela Palestina masih bergaung di sejumlah daerah RI.
Palestina mengakui kedaulatan Indonesia pada 1944. Kini hubungan Indonesia-Palestina terus terjalin erat (Foto: ANTARA FOTO/Aji Styawan)
Jakarta -

Palestina mengakui kedaulatan Indonesia pada 1944, bahkan sebelum Indonesia memproklamasikan kemerdekaan. Sejak saat itu, hubungan Indonesia dan Palestina terus erat dan saling memberikan dukungan dalam berbagai sisi.

Diketahui hubungan mesra Indonesia Palestina dibuktikan dari dukungan-dukungan di forum internasional. Indonesia juga sempat mendorong para pemimpin Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) memobilisasi upaya lebih luas untuk mendukung Palestina dan meningkatkan status Palestina sebagai negara anggota penuh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Berikut sejarah singkat pengakuan Palestina terhadap Indonesia:

Pengakuan Palestina terhadap Kemerdekaan Indonesia

Mengutip dari buku Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri karya M. Zein Hassan, negara Palestina mengakui kedaulatan Indonesia pada 1944. Saat itu, mufti besar Palestina Syekh Muhammad Amin Al-Husaini dan seorang saudagar kaya Palestina, Muhammad Ali Taher menyiarkan dukungan rakyat Palestina untuk kemerdekaan Indonesia melalui siaran radio dan media berbahasa Arab pada 6 September 1944.

"Berita tersebut dua hari berturut-turut kami sebar luaskan, bahkan harian 'Al Ahram' yang terkenal telitinya juga menyiarkan," ujar Zein Hassan dalam bukunya.

Dukungan kedua tokoh ini tak berhenti sampai di situ. Mereka aktif melobi negara-negara di kawasan Timur Tengah yang berdaulat di Liga Arab untuk mengakui kemerdekaan Indonesia.

Dukungan Saudagar Palestina untuk Kemerdekaan Indonesia

Sejak negara Palestina mengakui kedaulatan Indonesia pada 1944, dukungan terus mengalir. Bahkan salah seorang saudagar kaya raya Palestina, Ali Taher rela mengeluarkan kekayaannya untuk kemerdekaan.

"Terimalah semua kekayaan saya ini untuk memenangkan perjuangan Indonesia," katanya kepada Zein Hassan saat awal terjadinya Agresi Militer II Belanda di Indonesia, sekitar Desember 1948.

Sosok Ali Taher dikenal sebagai raja media Palestina dan sangat mencintai Indonesia, terbukti dengan kedekatannya dengan para pejuang Indonesia di Timur Tengah. Sejumlah media cetak Palestina yang dimiliki Ali Taher antara lain, Ashoura, Al-Shabab, Al Minhaj dan Al Alam Al-Masri.

"Suatu hari dia menarik saya ke Bank Arabia dan mengeluarkan semua uangnya yang tersimpan di dalam bank itu dan kemudian memberikan kepada saya tanpa meminta tanda bukti penerimaan," ungkap Zein.

Dalam sejarah, Mesir memang jadi negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia pada 22 Maret 1946. Namun pengakuan ini tak lepas dari peran para tokoh Palestina dan Panitia Pusat Perkumpulan Kemerdekaan Indonesia, yang diketuai oleh Mohamed Zein Hassan.

Pada 9 Juni 1947, Mesir mengadakan pengakuan atas kemerdekaan dan kedaulatan Republik Indonesia yang dihadiri Ketua Delegasi RI, H Agus Salim, Mufti Palestina Syaikh Muhammad Amin Al Husaini, Menteri Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Faisal.

Palestina Deklarasikan Kemerdekaan

Usai negara Palestina mengakui kedaulatan Indonesia pada 1944, giliran negara itu mendeklarasikan kemerdekaannya sendiri. Proklamasi kemerdekaan Palestina disampaikan oleh Yasser Arafat dalam sidang Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) pada 15 November 1988.

Pada 19 Oktober 1989 dibangun Kantor Kedutaan Besar Palestina di Jakarta. Pembangunan Kedubes dilakukan usai ditandatangani Komunike Bersama Pembukaan Hubungan Diplomatik Indonesia-Palestina antara Menlu RI Ali Alatas dan Menlu Palestina Farouq Kaddoumi di Jakarta. Farouq menyerahkan surat-surat kepercayaan kepada Presiden Soeharto pada 23 April 1990.

Pada 29 November 2012, untuk pertama kalinya Palestina diakui sebagai sebuah negara, meski belum mendapatkan status keanggotaan penuh di PBB.

Setelah negara Palestina mengakui kedaulatan Indonesia pada 1944, Indonesia terus mendukung Palestina hingga kini. Bahkan dukungan terus mengalir saat pertempuran Israel-Hamas pecah dan kini disepakati gencatan senjata.

Lihat juga Video: Massa di Ciamis Kembali Gelar Aksi Solidaritas Bela Palestina

[Gambas:Video 20detik]




(izt/imk)