Hari Tanpa Tembakau Sedunia Diperingati 31 Mei, Ini Sejarahnya!

Tim detikcom - detikNews
Senin, 31 Mei 2021 18:40 WIB
Sebatang rokok yang dipatahkan, pertanda larangan untuk tidak merokok
Hari Tanpa Tembakau Sedunia diperingati setiap 31 Mei (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Setiap tanggal 31 Mei diperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia. Diketahui momen ini diiinisiasi oleh World Health Organisasi atau Organisasi Kesehatan Dunia sejak 1987.

Peringatan ini menjadi pengingat akan ancaman bahaya rokok, bukan hanya bagi perokok, namun juga sekitar. Di tengah pandemi, ancaman rokok bahkan lebih besar.

Dikutip dari penjelasan Kementerian Kesehatan di Instagram, Indonesia masuk dalam peringkat ketiga terbesar jumlah perokok usia di atas 10 tahun, setelah India dan China berdasarkan riset Kesehatan Dasar 2018. Jumlah perokok muda usia 10-18 tahun meningkat jadi 9,1 persen dari yang tadinya 7,2 persen.

Sementara itu, data perokok elektronik anak usia 10-18 tahun juga meningkat dari 1,2 persen pada 2016, menjadi 10,9 persen pada 2018.

"Di situasi pandemi sekarang ini, kebiasaan merokok meningkatkan risiko kerentanan terjangkit COVID-19, yang mana merokok adalah faktor risiko bagi penyakit tidak menular (diabetes, hipertensi, penyakit jantung, kanker) yang merupakan komorbid COVID-19, sehingga bisa menimbulkan keparahan saat terpapar COVID-19," demikian keterangan Kemenkes.

Berikut sejarah di balik perayaan Hari Tanpa Tembakau Sedunia yang perlu diketahui:

Sejarah Penetapan WHO

Mengutip dari website resmi WHO, Hari Tanpa Tembakau Sedunia pertama kali ditetapkan oleh WHO di tahun 1987. Penetapan ini dilakukan untuk menarik perhatian global pada epidemi tembakau dan kematian serta penyakit yang ditimbulkan dari tembakau.

Sebelumnya, WHO menetapkan resolusi WHA40.38 dan menyerukan tanggal 7 April 1988 sebagai 'Hari Tidak Merokok Sedunia". Kala itu, tanggal tersebut bertepatan dengan ulang tahun ke-40 WHO.

'Hari Tidak Merokok Sedunia' diperkenalkan sebagai tujuan untuk mendesak para pecandu tembakau agar tidak merokok selama 24 jam, yang diharapkan dapat mendorong mereka untuk berusaha berhenti merokok selamanya.

Satu tahun kemudian, terjadi perubahan. Pada resolusi WHA42.19 setiap tanggal 31 Mei diperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia. Sejak saat itu WHO terus mengkampanyekan peringatan tersebut setiap tahunnya, dengan tema-tema yang berbeda.

Dalam perayaan tahunan Hari Tanpa Tembakau Sedunia ini, WHO membawa pesan penting kepada publik tentang bahaya penggunaan tembakau, praktik bisnis perusahaan tembakau, apa yang dilakukan WHO untuk memerangi epidemi tembakau, dan apa yang dapat dilakukan orang di seluruh dunia untuk mengklaim hak mereka atas kesehatan dan hidup sehat serta untuk melindungi generasi masa depan.

Di tahun 2021, Hari Tanpa Tembakau Sedunia mengusung tema 'Berani Berhenti Merokok: Apapun Jenisnya'. Tema ini bertujuan menggerakkan para perokok untuk berkomitmen berhenti dari ketergantungannya, khususnya di masa pandemi COVID-19.

(izt/imk)