Round-Up

2 Bulan Kerja Polisi Ungkap Teror Kepala Anjing ke Pejabat Kejati

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 29 Mei 2021 21:09 WIB
Otak teror kepala anjing ke rumah pejabat Kejati Riau ditangkap (Dok istimewa)
Otak teror kepala anjing ke rumah pejabat Kejati Riau ditangkap (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Teror kepala anjing di rumah pejabat Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Muspidauan, menemui titik terang. Setelah dua bulan diburu, otak di balik aksi teror itu ditangkap.

Dalam kasus ini, polisi telah terlebih dulu menangkap tiga tersangka. Pada Jumat (28/5), satu terduga pelaku pelemparan kepala anjing kembali ditangkap bernama Tengku Said Bulian.

"Benar, ada penangkapan daftar pencarian orang atau DPO di kasus teror pelemparan kepala anjing dan percobaan pembakaran di Pekanbaru. Pelaku adalah Tengku Said alias Bobi," kata Direskrimum Polda Riau Kombes Teddy Ristiawan kepada wartawan, Jumat (21/5/2021).

Bobi dicokok polisi di sekitar rumah keluarganya di Jalan Lintas Timur, Pangkalan Kuras, Pelalawan. Penangkapan dilakukan setelah polisi melakukan penyelidikan dan berkoordinasi dengan polres setempat.

"Setelah dilakukan koordinasi dengan anggota Satreskrim Polres Pelalawan, tim berhasil menemukan keberadaan pelaku dan melakukan penangkapan di sekitar rumah keluarganya," ujarnya.

Otak Teror Ditangkap

Tidak berhenti sampai di situ, perburuan para pelaku teror terus berlanjut. Gayung bersambut, otak pelaku pelemparan kepala anjing berhasil ditangkap. Pelaku bernama Yose Saputra.

"Iya benar, ditangkap, pelaku atas nama Yose Saputra," kata Kapolresta Pekanbaru Kombes Nandang kepada detikcom, Jumat (28/5/2021).

Yose ditangkap di Kota Padang, Sumatera Barat, oleh Satuan Reskrim Polresta Pekanbaru. Dia diamankan, lanjut Nandang, di sebuah rumah makan.

"Ditangkap tadi pagi pukul 09.00 WIB oleh tim Resmob Reskrim Polresta Pekanbaru di Kota Padang. Dia ini merupakan otak pelaku pelemparan kepala anjing ke kediaman Bapak Muspidauan, termasuk penyiraman bensin ke kediaman Bapak M Nasir Penyalai," kata Nandang.

Yose langsung dibawa ke Mapolresta Pekanbaru untuk diperiksa tim penyidik. Motif dan alasan teror masih diselidiki.

"Pelaku dibawa ke Polresta untuk proses pemeriksaan lebih lanjut. Penangkapan setelah kami dapatkan informasi bahwa pelaku ada di Padang," imbuh Kasat Reskrim Polresta Kompol Juper Lumban Toruan.

Mantan Anggota DPRD-Pecatan Polisi

Nandang membenarkan bahwa Yose merupakan mantan anggota DPRD Kota Pekanbaru. Yose juga pecatan anggota Polri. Dia juga tercatat memiliki sejumlah masalah.

"Benar, pelaku mantan anggota Dewan di Kota Pekanbaru. Ditangkap setelah kami lakukan penyelidikan dan ternyata ada di Padang, kabur," terang Nandang.

Yose tercatat sebagai anggota DPRD Kota Pekanbaru periode 2009-2014 dan 2014-2019. Pria berusia 40 tahun itu juga merupakan pecatan anggota Polri pada 2005 karena terlibat aksi bom molotov dan menewaskan empat orang.

Yose dipecat secara tidak hormat setelah jadi buron dan tak masuk dinas 8 bulan. Hasil pemeriksaan polisi, Yose terlibat aksi bom molotov meskipun tidak turun langsung.

Selanjutnya, pada 2009, Yose maju menjadi anggota DPRD Pekanbaru dan terpilih. Ia kembali berbuat ulah dan jadi kontroversi. Tanpa sebab yang jelas, Yose tiba-tiba memamerkan pantatnya kepada dua wartawan lokal di kantornya. Akibat perbuatan tak bermoral itu, Badan Kehormatan (BK) DPRD Pekanbaru didesak memecat Yose.

Teror Kepala Anjing

Diketahui aksi teror menimpa tiga pejabat di Riau dalam rentetan waktu bersamaan pekan lalu. Teror pertama menimpa Ketua NU Rusli Ahmad, yang rumahnya dicoret kata-kata kasar pada 3 Maret lalu.

Selanjutnya, teror kembali terjadi di rumah Kasi Penkum Kejati yang juga Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Pekanbaru Muspidauan pada Kamis (5/3) malam. Rumahnya dilempar kepala anjing. Berselang kemudian teror terjadi di rumah Sekretaris LAM Riau Nasir Penyalai.

Setelah diusut, kasus ini rupanya berawal dari Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) LAM Pekanbaru. Dalam musdalub itu, Muspidauan terpilih sebagai ketua.

(run/jbr)